Andri Mashadi Ungkap Tantangan Mendalam Perankan Wartawan di Film Zona Merah
Aktor Andri Mashadi berbagi pengalaman dan tantangan mendalam saat memerankan karakter wartawan Risang dalam film thriller terbaru, Zona Merah, yang penuh aksi dan siap memacu adrenalin penonton.
Aktor Andri Mashadi mengungkapkan tantangan besar yang dihadapinya saat memerankan karakter Risang, seorang wartawan, dalam film terbarunya, "Zona Merah". Karakter Risang digambarkan sebagai sosok laki-laki yang memegang banyak informasi rahasia para tokoh penting, memberinya posisi tawar yang kuat, bahkan setara dengan seorang bupati seperti Zaenal (diperankan oleh Lukman Sardi). Andri menyampaikan hal ini dalam sebuah konferensi pers film "Zona Merah" yang diadakan di Jakarta pada hari Rabu.
Untuk mendalami perannya sebagai wartawan, Andri Mashadi melakukan riset khusus dengan mengamati perilaku para jurnalis di berbagai acara konferensi pers. Ia memperhatikan detail perbedaan karakter antara wartawan yang cenderung menonjol dan yang bersikap tenang, kemudian mengintegrasikan hasil pengamatannya tersebut ke dalam kepribadian Risang. Pendekatan riset ini sangat penting untuk menjaga logika dan kedalaman pengembangan cerita dalam film "Zona Merah".
Film "Zona Merah" sendiri merupakan sebuah film bergenre thriller zombie dengan intensitas aksi yang sangat tinggi, mencapai 78 hingga 80 persen dari keseluruhan durasi film. Para pemain telah mengikuti lokakarya khusus sebagai persiapan syuting yang akan dimulai pada pekan depan di bulan April 2026, bertujuan untuk menghasilkan visual yang lebih menegangkan dan brutal. Film ini disutradarai oleh Sidharta Tata dan Fajar Martha Santosa.
Membangun Karakter Risang: Wartawan Berdaya Tawar Tinggi
Karakter Risang dalam film "Zona Merah" bukanlah wartawan biasa. Ia digambarkan sebagai individu yang menyimpan banyak rahasia orang-orang besar, memberinya "bargaining power" yang signifikan. Andri Mashadi menekankan bahwa daya tawar Risang bahkan sebanding dengan seorang bupati, menunjukkan betapa krusialnya peran informasi yang dimilikinya dalam alur cerita.
Salah satu momen penting yang diceritakan Andri adalah interaksinya dengan karakter Zaenal. Meskipun skenario tidak merinci secara mendalam, interaksi tersebut terjadi secara alami selama proses pengambilan gambar dan menjadi viral dalam semesta fiksi film. Kejadian ini kemudian berkontribusi pada pengembangan cerita serial "Zona Merah" sebelumnya, yang kini diadaptasi menjadi film.
Risang, sebagai seorang jurnalis, diceritakan menyelidiki kasus korupsi yang melibatkan Bupati Zaenal. Investigasinya membawanya ke pusat rehabilitasi milik Bupati, di mana ia menemukan hal-hal yang tidak beres. Hal ini menunjukkan bahwa karakter Risang tidak hanya sekadar wartawan, tetapi juga figur sentral dalam mengungkap intrik dan misteri di balik "Zona Merah".
Riset Mendalam untuk Peran yang Autentik
Andri Mashadi tidak main-main dalam mempersiapkan perannya sebagai Risang. Ia secara aktif melakukan riset dengan mengamati perilaku sejumlah wartawan saat menghadiri berbagai konferensi pers. Dari pengamatan tersebut, Andri mampu melihat perbedaan karakter antara wartawan yang cenderung bersikap menonjol dengan yang lebih tenang, dan kemudian mengaplikasikannya pada karakter Risang.
Pengamatan detail ini krusial untuk "Zona Merah" agar menjaga logika pengembangan cerita dan membuat karakter Risang terasa lebih autentik. Dengan memahami dinamika dan kepribadian wartawan di lapangan, Andri dapat memberikan dimensi yang lebih dalam pada Risang, menjadikannya karakter yang meyakinkan di mata penonton.
Dedikasi Andri dalam riset ini menunjukkan komitmennya untuk menghidupkan karakter Risang secara maksimal. Hal ini juga sejalan dengan upaya tim produksi untuk menciptakan dunia "Zona Merah" yang kuat dan konsisten, baik dari sisi emosi maupun skala konflik.
Zona Merah: Thriller Zombie Penuh Aksi
Film "Zona Merah" menjanjikan pengalaman sinematik yang intens dengan genre thriller zombie yang penuh aksi. Andri Mashadi menyebutkan bahwa porsi adegan aksi dalam film ini mencapai angka yang sangat tinggi, yaitu sekitar 78 hingga 80 persen. Angka ini mengindikasikan bahwa penonton akan disuguhkan dengan visual yang memacu adrenalin dan ketegangan yang konstan.
Untuk memastikan kualitas adegan aksi yang maksimal, para pemain telah mengikuti lokakarya (workshop) khusus selama persiapan. Lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fisik dan koordinasi para aktor, sehingga pengambilan gambar yang dimulai pada pekan depan di bulan April 2026 dapat menghasilkan visual yang lebih menegangkan dan brutal.
Sutradara Sidharta Tata menyatakan bahwa "Zona Merah" memiliki fondasi dunia dan cerita yang sangat kuat sejak versi serialnya. Dalam adaptasi film ini, tim produksi berambisi untuk membawa semuanya ke level berikutnya, baik dari sisi emosi, skala konflik, maupun pengalaman visual. "Kami ingin membuat penonton merasa tidak aman di kursi bioskop. Lebih tegang, lebih gelap, dan lebih brutal dari yang pernah kami buat sebelumnya," kata Sidharta Tata, menegaskan visi ambisius untuk film ini.
Sumber: AntaraNews