Aksi Demo di Solo Berlanjut, Ratusan Mahasiswa Berkumpul di Bundaran Gladag
Berbeda dengan aksi driver ojek online sebelumnya yang berakhir ricuh, demonstrasi mahasiswa ini berlangsung damai.
Aksi demonstrasi di Kota Solo terus berlanjut pada Sabtu (30/8) sore.
Kali ini giliran ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Solo Raya, seperti Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Islam Negeri (UIN), dan Universitas Slamet Riyadi (Unisri), yang turun ke jalan.
Berbeda dengan aksi driver ojek online sebelumnya yang berakhir ricuh, demonstrasi mahasiswa ini berlangsung damai. Bahkan, tak tampak penjagaan ketat dari aparat kepolisian.
Pantauan merdeka.com, para mahasiswa mengawali aksinya dengan berjalan kaki dari parkiran Benteng Vastenberg.
Sesampainya di lokasi, mereka menggelar salat ghaib untuk Affan Kurniawan, driver ojol yang tewas terlindas kendaraan taktis Barakuda Brimob saat aksi di Jakarta.
Koordinator aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS, Muhammad Faiz Hudi, menyebut aksi yang diikuti sekitar 500 mahasiswa itu sebagai wujud cinta tanah air sekaligus solidaritas.
"Kegiatan yang kita laksanakan pada sore hari ini adalah bentuk cinta kita terhadap kondisi bangsa hari ini yang rasa-rasanya memang gelombang perlawanan itu ada di setiap daerah," ujarnya.
Faiz menjelaskan, aksi sore itu tidak hanya soal perlawanan, tetapi juga untuk melembutkan hati masyarakat Solo dan mengajak berbela sungkawa atas wafatnya Affan.
"Hari ini kita ada standing posisi, dimana perlawanan kita di sore hari ini, kita bagaimana melembutkan hati terlebih dahulu masyarakat Solo untuk nanti kita fokus kepada hal yang memang sekarang sedang perlu kita laksanakan yaitu kita berbela sungkawa. Karena sebelum ini ada kejadian luar biasa yaitu almarhum Affan di Jakarta yang itu mendapatkan perlakuan luar biasa dari instansi yang kita nilai paling buruk yaitu Polri," imbuhnya.
Menurutnya, aksi ini adalah bentuk kepedulian terhadap Affan dan korban lain tindakan represif aparat. Selain sholat ghaib, mahasiswa juga melakukan tabur bunga.
"Harapannya Surakarta inilah yang menjadi episentrum perdamaian perlawanan karena kita rasa bahwa hari ini substansialnya mulai ke mana-mana saya rasa. Nah, ini kita harap dimulai dari Solo ini kita coba hadirkan gelombang-gelombang doa baik untuk almarhum Affan yang memang sudah pergi. Yang kedua juga kita sampaikan untuk instansi Polri agar segera benah," katanya.
Tuntutan Mahasiswa
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan.
"Tuntutan yang pertama memang jelas kita berbela sungkawa ya. Karena itu juga rekan kita, teman seperjuangan kita. Insan-insan yang pada akhirnya berjuang untuk negara, keluarga dan sebagainya," ungkap Faiz.
Ia menegaskan, Polri harus segera berbenah dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam penangkapan, penyelidikan, hingga penyidikan agar lebih menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan HAM.
"Terus yang terakhir yang jelas kita menyampaikan perlu adanya tagline 'bebaskan kawan kami'. Karena hari ini banyak kawan-kawan kita yang berjuang, banyak kawan-kawan kita yang menyampaikan keresahan aspirasi tapi nyatanya ditangkap. Ditangkap ini yang di selnya tidak ada sisi humanisasinya," tandasnya.