Wujud Empati, Polres Bangka Tengah Gelar Salat Gaib untuk Pengemudi Ojek Daring yang Wafat Saat Aksi di Jakarta: Sebuah Kisah Solidaritas

Polres Bangka Tengah menggelar Salat Gaib Polres Bangka Tengah dan doa bersama bagi Affan Kurniawan, pengemudi ojek daring yang meninggal saat unjuk rasa di Jakarta. Simak wujud kepedulian mereka!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wujud Empati, Polres Bangka Tengah Gelar Salat Gaib untuk Pengemudi Ojek Daring yang Wafat Saat Aksi di Jakarta: Sebuah Kisah Solidaritas
Polres Bangka Tengah menggelar Salat Gaib Polres Bangka Tengah dan doa bersama bagi Affan Kurniawan, pengemudi ojek daring yang meninggal saat unjuk rasa di Jakarta. Simak wujud kepedulian mereka! (Merdeka.com)

Kepolisian Resor (Polres) Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baru-baru ini menunjukkan wujud empati dan kepedulian yang mendalam. Mereka menggelar salat gaib serta doa bersama untuk almarhum Affan Kurniawan. Affan adalah seorang pengemudi ojek daring yang meninggal dunia saat mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta, sebuah peristiwa yang menyisakan duka mendalam.

Kegiatan penuh kekhusyukan ini diselenggarakan di Mushalla Al-Mustaqim Polres Bangka Tengah pada hari Sabtu. Seluruh jajaran, mulai dari pejabat utama, personel, Pegawai Negeri Sipil (PNS), hingga tenaga harian lepas Polres Bangka Tengah, turut serta dalam acara tersebut. Inisiatif ini merupakan bentuk solidaritas dari institusi kepolisian terhadap warga sipil yang berpulang.

Salat gaib berjamaah yang dilanjutkan dengan doa bersama dipimpin langsung oleh tokoh agama setempat, menambah khidmatnya suasana. Wakapolres Bangka Tengah, Kompol Widodo, hadir mewakili Kapolres Bangka Tengah AKBP Dr I Gede Nyoman Bratasena. Kehadiran jajaran kepolisian ini menegaskan komitmen mereka dalam berbagi rasa duka dan memberikan penghormatan terakhir.

Penghormatan dan Solidaritas Polres Bangka Tengah

Atas nama seluruh jajaran, Kompol Widodo menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Affan Kurniawan. Beliau berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Selain itu, keluarga yang ditinggalkan juga diharapkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

Kompol Widodo menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan merupakan wujud nyata kepedulian Polres Bangka Tengah. Ini juga menjadi upaya penting untuk menumbuhkan rasa empati dan kebersamaan di antara seluruh anggota dan masyarakat. Suasana haru dan khidmat menyelimuti seluruh rangkaian doa bersama yang berlangsung.

Selain sebagai bentuk penghormatan terakhir, doa bersama ini diharapkan dapat menjadi penguat bagi keluarga besar almarhum yang tengah berduka. Polres Bangka Tengah meyakini bahwa kebersamaan dalam doa mampu menghadirkan semangat solidaritas. Hal ini sangat penting untuk dijaga di tengah dinamika sosial yang ada.

Pesan Kemanusiaan dan Persatuan

Dalam kesempatan tersebut, Kompol Widodo turut menekankan pentingnya menjaga persatuan, terutama di tengah situasi sosial yang dinamis. Peristiwa duka ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi semua pihak. Tujuannya adalah untuk selalu mengedepankan nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama dalam setiap aspek kehidupan.

Polres Bangka Tengah juga secara aktif mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi. Empati dan rasa peduli tidak hanya diwujudkan dalam bentuk ucapan semata. Lebih dari itu, hal ini harus tercermin melalui doa, dukungan moral, dan kebersamaan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Seluruh peserta yang hadir tampak larut dalam suasana haru yang mendalam. Momentum ini juga dijadikan sebagai refleksi pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Kegiatan salat gaib ini menjadi bukti bahwa kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun solidaritas sosial.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi