Kepolisian Resor Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga toleransi dan keberagaman. Mereka menggelar kerja bakti membersihkan makam leluhur warga keturunan Tionghoa menjelang perayaan Ceng Beng. Kegiatan ini berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Hu Chutse, Simpangperlang, Kecamatan Koba, pada hari Jumat.
Inisiatif ini bertujuan membantu masyarakat Tionghoa mempersiapkan tradisi Ceng Beng, sebuah momen penting untuk ziarah. Pembersihan makam leluhur adalah bentuk penghormatan mendalam terhadap para pendahulu. Aksi ini juga menjadi simbol kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
Wakil Kepala Polres Bangka Tengah, Kompol Widodo, memimpin langsung kegiatan mulia ini. Ia didampingi oleh para pejabat utama dan personel kepolisian setempat. Kehadiran Polri dalam kegiatan sosial kemasyarakatan diharapkan dapat mempererat hubungan dengan warga.
Advertisement
Advertisement
Memperkuat Toleransi dan Kebersamaan Lintas Budaya
Kerja bakti pembersihan makam ini menjadi bukti nyata kepedulian Polres Bangka Tengah terhadap tradisi masyarakat Tionghoa. Kegiatan ini secara khusus dirancang untuk mendukung persiapan Ceng Beng, sebuah ritual tahunan yang sarat makna. Masyarakat Tionghoa melakukan ziarah dan membersihkan makam sebagai wujud bakti dan penghormatan kepada leluhur mereka.
Kompol Widodo menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang membersihkan fisik makam. Lebih dari itu, inisiatif ini mencerminkan nilai kebersamaan dan persatuan lintas latar belakang. Bangka Tengah dikenal dengan masyarakatnya yang majemuk, dan kegiatan seperti ini memperkuat ikatan sosial di antara mereka.
Widodo menekankan bahwa Polri memiliki komitmen teguh dalam menjaga keharmonisan sosial. Kehadiran aparat kepolisian dalam mendukung tradisi keagamaan dan budaya adalah bagian dari upaya tersebut. “Kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan. Polri hadir untuk semua lapisan masyarakat, termasuk dalam mendukung tradisi keagamaan dan budaya,” ujarnya.
Advertisement
Advertisement
Apresiasi Masyarakat dan Harapan Keharmonisan Berkelanjutan
Ketua pengelola Perkuburan Hu Chutse, Aboy, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif Polres Bangka Tengah. Menurut Aboy, bantuan ini sangat meringankan pekerjaan pengelola makam. Lebih penting lagi, kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan dan keharmonisan yang terjalin erat antarwarga.
“Kami merasa terbantu dan dihargai. Ini menunjukkan hubungan yang baik antarwarga tetap terjaga,” kata Aboy, menyoroti dampak positif kegiatan ini terhadap hubungan antarwarga. Ia menambahkan bahwa inisiatif semacam ini menunjukkan bahwa hubungan baik dan saling menghormati tetap terjaga di tengah masyarakat Bangka Tengah.
Kegiatan kerja bakti yang dimulai pukul 08.00 WIB ini berlangsung tertib dan lancar hingga selesai. Partisipasi aktif personel kepolisian menunjukkan dedikasi mereka. Hal ini juga menjadi contoh nyata bagaimana institusi negara dapat berkolaborasi dengan masyarakat.
Advertisement
Melalui kegiatan pembersihan makam menjelang Ceng Beng ini, Polres Bangka Tengah berharap nilai-nilai toleransi terus terpelihara. Keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa juga diharapkan semakin kokoh. Keharmonisan sosial dapat terus terjaga di tengah masyarakat, khususnya dalam momentum perayaan Ceng Beng yang akan datang.
Sumber: AntaraNews