Jakarta Pekan Ini Berpotensi Hujan Lebat, BMKG Imbau Waspada
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menyatakan bahwa analisis terbaru menunjukkan adanya dampak signifikan dari Indeks Dipole Mode (DMI).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa hujan lebat yang terjadi di kawasan Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh interaksi kompleks dari berbagai fenomena atmosfer yang berlangsung secara bersamaan.
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa analisis terbaru menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari Indeks Dipole Mode (DMI) negatif, aktivitas gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO), beberapa sirkulasi siklonik, serta anomali suhu permukaan laut yang hangat di sekitar Indonesia.
"Kombinasi faktor-faktor ini secara kolektif meningkatkan pembentukan awan hujan masif dan memicu curah hujan yang sangat tinggi di berbagai wilayah, termasuk Jabodetabek," ungkap Andri kepada Liputan6.com pada Selasa, (12/8).
Mengacu pada analisis dinamika atmosfer tersebut, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini sejak 11 Agustus 2025. Peringatan ini menekankan potensi meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air akibat cuaca ekstrem yang mungkin terjadi dalam sepekan ke depan di sejumlah wilayah di Indonesia.
Status siaga
Pada hari Selasa (12/8), BMKG menetapkan status Siaga untuk DKI Jakarta terkait kemungkinan terjadinya hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang. Diperkirakan, potensi ini akan berkurang menjadi status waspada pada Rabu, 13 Agustus 2025.
"Prospek cuaca ke depan menunjukkan bahwa memasuki periode 14 hingga 16 Agustus 2025, intensitas hujan di DKI Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan terus menurun, meskipun potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih tetap ada," jelas Andri.
Meskipun peringatan dini lebih difokuskan pada wilayah Jabodetabek, BMKG juga mengimbau agar daerah lain di Indonesia, termasuk Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Bengkulu, dan Jawa Barat, tetap waspada karena berpotensi mengalami status siaga hingga besok.
"Mohon untuk senantiasa memantau informasi cuaca terkini melalui kanal-kanal resmi BMKG," ujarnya.