Penjelasan Ilmiah BMKG soal Hujan Disertai Petir Bakal Guyur Indonesia hingga 25 Agustus
BMKG memperkirakan potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat masih akan terjadi.
Hujan disertai petir mengguyur Indonesia. Padahal masih bulan Agustus yang biasanya masih berlangsung musim kemarau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir dan angin kencang, masih akan terjadi pasca HUT ke-80 RI.
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami peningkatan curah hujan walaupun sebagian besar wilayah masih berada pada periode musim kemarau.
Menurut Andri, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi kejadian ini, yakni adanya aktivitas Dipole Mode negatif, Madden-Julian Oscillation (MJO), dan gelombang tropis (Kelvin, Mixed Rossby-Gravity, dan Low Frequency) yang mendukung pembentukan awan hujan dan aktivitas konvektif.
"Keberadaan sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Indonesia memengaruhi pola angin yang membentuk perlambatan dan belokan angin sehingga memperkuat aktivitas pembentukan
awan hujan signifikan," kata Andri kepada Liputan6.com, Selasa (19/8).
Fenomena Pengaruhi Cuaca di Indonesia
Ia menjelaskan, nilai Dipole Mode yang negatif (-0.84) meningkatkan pasokan uap air di Samudra Hindia bagian barat Sumatera.
Sementara itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) fase 3 yang diprediksi memasuki fase 4 secara spasial diperkirakan aktif dan mempengaruhi peningkatan potensi hujan di sebagian besar wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.
Sedangkan, kombinasi gelombang tropis (Kelvin, Mixed Rossby-Gravity, dan Low Frequency) yang terpantau aktif berkontribusi signifikan terhadap proses pembentukan awan hujan.
"Kondisi atmosfer yang masih aktif dan kompleks ini berpotensi memicu cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, serta gelombang laut tinggi di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan," terang Andri.
Andri menyebut, berbagai fenomena ini akan mempengaruhi cuaca di Indonesia pada periode 19-21 Agustus 2025. Pada tanggal ini, cuaca akan didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan.
Meski begitu, hujan sedang hingga sangat lebat dan angin kencang masih akan berpotensi melanda sebagian besar wilayah di Indonesia, seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Bali, NTB, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua, hingga Papua Selatan.
Lalu, untuk periode 22-25 Agustus 2025, cuaca di Indonesia diprediksi bakal didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Tetapi, hujan sedang hingga lebat dan angin kencang juga masih berpotensi melanda sebagian besar wilayah Indonesia.
Rinciannya, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua, Sumatera Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua Selatan.
Oleh sebab itu, selama periode tersebut BMKG mengimbau masyarakat agar siaga terhadap hujan lebat yang disertai angin kencang, petir, menjauhi wilayah terbuka, serta menjauhi pohon, bangunan dan infrastruktur yang sudah rapuh ketika terjadi hujan yang disertai petir dan angin kencang.