Air Mata Mensesneg Jatuh, Cerita soal Chelsea Siswi Sekolah Rakyat Idap Penyakit Langka
Prasetyo tak dapat menahan air matanya saat menonton video Chelsea di ponselnya. Matanya tampak merah dan berkaca-kaca.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi tidak dapat menahan air matanya ketika menceritakan tentang Chelsea Gracia, seorang anak perempuan berusia 9 tahun yang mengalami kelainan tulang langka. Chelsea adalah salah satu siswa dari Sekolah Rakyat yang berada di Jakarta. Air mata Prasetyo mengalir saat ia melihat tayangan video Chelsea di ponsel.
Matanya tampak merah dan berkaca-kaca, dan ia mengambil beberapa lembar tisu untuk mengusap air matanya. Sambil berusaha menahan tangis, Prasetyo menjelaskan bahwa Chelsea menderita penyakit yang sangat langka, yang hanya bisa diobati di Jerman.
“Salam untuk adik kita Chelsea di Jakarta Selatan, yang menderita penyakit yang sangat langka yang hanya bisa diobati, kita bawa ke Jerman, karena Jerman yang memiliki teknologi itu,” ungkap Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (5/8).
Ia juga menyampaikan bahwa perjalanan Chelsea untuk mendapatkan pengobatan di Jerman tidaklah mudah. Sebelum berangkat, Chelsea harus menaikkan berat badannya terlebih dahulu.
“Dia harus, berat badannya harus ada minimalnya dulu supaya bisa kita bawa ke Jerman karena ya memang seperti itu medisnya,” jelas Prasetyo dengan suara lembut sambil menahan tangisnya. “Karena kemarin sempat balik dulu supaya gizinya terpenuhi, sempat home schooling (sekolah di rumah),” tambahnya.
Bersyukur Bisa Bersekolah
Prasetyo merasa bersyukur karena Chelsea kini sudah dapat bersekolah di Sekolah Rakyat. Dia percaya bahwa pencapaian ini tidak lepas dari perhatian yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Tapi Alhamdulillah setelah beberapa bulan atas atensi oleh Bapak Presiden adik Chelsea sekarang sudah bisa ke sekolah," ungkapnya. Selain itu, Prasetyo juga menyampaikan salam untuk Naila, seorang siswi Sekolah Rakyat lainnya.
Naila adalah seorang gadis berusia 12 tahun yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan, dan juga menerima beasiswa dari Sekolah Rakyat. "Salam untuk Naila yang masih bisa tersenyum dalam kondisi keluarga yang sangat sulit, salam hormat juga untuk Chelsea. Untuk Chelsea dan Naila," jelas Prasetyo. Dengan adanya beasiswa ini, diharapkan kedua anak tersebut dapat meraih pendidikan yang lebih baik meskipun dalam situasi yang menantang.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5234456/original/054144000_1748349318-1080x1080_02__6_.jpg)