Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Sentra Wijaya Makassar secara aktif menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelompok rentan, khususnya para penyandang cerebral palsy. Lembaga ini siap memfasilitasi pengembangan anak berkebutuhan khusus melalui berbagai program inovatif dan responsif. Komitmen tersebut terbukti nyata dalam talk show rangkaian Hari Cerebral Palsy 2025 yang baru-baru ini diselenggarakan di Aula Gedung Balai setempat.
Dalam acara yang berlangsung pada Sabtu, 11 Oktober, di Makassar, Sulawesi Selatan, Sentra Wijaya memberikan respons cepat terhadap kebutuhan anak-anak spesial. Salah satu contohnya adalah Nur Azizah, seorang penyandang cerebral palsy, yang keinginannya untuk belajar komputer langsung difasilitasi. Humas Sentra Wijaya, Sultan, dengan sigap menyatakan kesiapan lembaga untuk menerima Nur Azizah belajar mulai Senin mendatang.
Dukungan Sentra Wijaya tidak hanya berhenti pada Nur Azizah, tetapi juga mencakup Fauzan dan anggota Forum Komunikasi Orang Tua Anak Spesial Indonesia (Forkesi) lainnya. Pimpinan Sentra Wijaya berkomitmen untuk mengakomodasi dan memberikan kemudahan akses bagi siapa pun yang membutuhkan, menegaskan peran lembaga sebagai mitra penting bagi komunitas disabilitas.
Advertisement
Advertisement
Sentra Wijaya Makassar Dukung Penuh Anak Spesial
Komitmen Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Sentra Wijaya Makassar terhadap kelompok rentan, terutama penyandang cerebral palsy, sangat kuat. Lembaga ini secara terbuka menyatakan kesiapan untuk mendukung dan memfasilitasi setiap individu yang membutuhkan, seperti yang disampaikan oleh Humas Sentra Wijaya, Sultan.
"Kami mendukung kelompok rentan dan siap mengakomodir. Tadi, disampaikan ananda Nur Azizah mau belajar komputer. Silakan, mulai Senin besok langsung masuk (belajar) di sini," ujar Sultan dalam talk show rangkaian Hari Cerebral Palsy 2025. Respons cepat ini menunjukkan dedikasi Sentra Wijaya dalam memberikan layanan konkret.
Selain Nur Azizah, Fauzan juga menyampaikan keinginannya untuk belajar dan berinteraksi di Sentra Wijaya, yang juga disambut positif. Sultan menegaskan bahwa pimpinan Sentra Wijaya berkomitmen penuh untuk mengakomodasi kelompok rentan, didukung, dan dibantu fasilitasi secara maksimal.
Advertisement
Sentra Wijaya juga memiliki kemitraan erat dengan Forum Komunikasi Orang Tua Anak Spesial Indonesia (Forkesi). "Siapa pun yang tergabung dalam Forkesi maupun komunitas lain diberikan kemudahan dan akses. Forkesi bukan hari ini saja, tapi sudah bergabung lama dan ikut memberi dampak baik terhadap lembaga Sentra Wijaya ini," tambah Sultan, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi ini.
Advertisement
Peringatan Hari Cerebral Palsy 2025 dan Harapan Komunitas
Peringatan Hari Cerebral Palsy 2025 di Makassar berhasil menarik perhatian seratusan peserta anak spesial beserta orang tua mereka. Ketua Forkesi Chapter Makassar, Haerani Nur, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah harapan besar untuk terbentuknya komunitas yang lebih kuat dan terarah bagi anak-anak spesial.
"Kenapa ada hari cerebral palsy, sebenarnya ada harapan di balik peringatan ini, semoga terbentuk juga komunitasnya. Dan setelah terhimpun semoga arah ke sana semakin jelas dan dimudahkan komunitasnya," ujar Haerani Nur. Ia menekankan pentingnya perhatian khusus bagi anak-anak ini, mengingat mereka membutuhkan bimbingan untuk melatih motorik, kepercayaan diri, dan kemandirian.
Pihak Forkesi juga mengapresiasi talk show yang menghadirkan narasumber dari Sentra Wijaya dan penyandang cerebral palsy, Nur Azizah. Respons positif terhadap keinginan Nur Azizah untuk belajar komputer menjadi bukti nyata akses layanan vokasi bagi anak-anak disabilitas, khususnya penyandang cerebral palsy.
Advertisement
"Ini semakin jelas mekanisme akses layanan vokasi untuk anak-anak disabilitas khususnya anak cerebral palsy. Insya Allah, Azizah akan play (belajar) layanan vokasional komputer di sini," kata Haerani Nur, yang juga merupakan Dosen Psikologi UNM Makassar. Ia menambahkan bahwa kemitraan dalam memperingati hari disabilitas adalah bentuk kampanye kehadiran di tengah masyarakat.
Advertisement
Ragam Kegiatan Edukatif dan Terapi untuk Anak Spesial
Selain talk show yang informatif, peringatan Hari Cerebral Palsy 2025 juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan edukatif dan terapi yang menghibur. Puluhan anak-anak spesial yang hadir sangat terhibur dengan penampilan Pinokio persembahan dari anak spesial bernama Candy, menunjukkan bakat dan potensi mereka.
Kegiatan lain yang diselenggarakan meliputi pelatihan pembuatan gelang rajut, terapi ortotik-prostetik, mewarnai, serta menari dan jalan santai. Seluruh aktivitas ini dirancang khusus untuk melatih kemampuan motorik anak spesial, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dan interaksi sosial mereka.
Haerani Nur menegaskan bahwa meskipun perbedaan itu ada, tidak perlu heran dengan keunikan masing-masing anak. Intinya adalah bagaimana semua pihak bisa saling berinteraksi, mendukung, dan berkembang bersama. Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah komunitas disabilitas lainnya, memperkuat semangat kebersamaan dan inklusi.
Advertisement
Pada dasarnya, melalui berbagai kemitraan dan inisiatif seperti peringatan Hari Cerebral Palsy ini, masyarakat bersama-sama menemukan jalan untuk mengembangkan potensi anak-anak berkebutuhan khusus. Hal ini menjadi bentuk nyata kampanye bahwa dukungan untuk disabilitas hadir dan terus berkembang di tengah masyarakat.
Sumber: AntaraNews