Aceh Terakhir 1981, Kemenag Survei Kesiapan Aceh Tuan Rumah MTQ Nasional 2028
Tim Kemenag RI mulai meninjau kesiapan Aceh sebagai calon tuan rumah MTQ Nasional 2028. Setelah 47 tahun, mampukah Aceh kembali menjadi tuan rumah ajang religius ini?
Tim Kementerian Agama (Kemenag) RI telah memulai survei awal di Aceh. Peninjauan ini dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan provinsi tersebut sebagai calon tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional tahun 2028. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari proposal resmi yang diajukan oleh Pemerintah Aceh.
Kunjungan tim Kemenag ini menindaklanjuti proposal yang diserahkan dalam Rakornas Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) pada 11 Oktober lalu. Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Zahrol Fajri, menegaskan bahwa Aceh serius dalam pencalonan ini. Mereka bertekad menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menyelenggarakan event berskala nasional.
Survei ini mencakup peninjauan berbagai lokasi potensial yang akan digunakan sebagai venue utama. Sekda Aceh, M Nasir, menyatakan bahwa pencalonan ini adalah arahan langsung dari Gubernur Aceh. Ini menunjukkan komitmen kuat dari seluruh jajaran pemerintahan daerah.
Kesiapan Infrastruktur dan Dukungan Penuh Aceh
Tim survei dari Kemenag RI berencana meninjau enam lokasi strategis di Banda Aceh. Lokasi-lokasi ini diusulkan sebagai venue utama pelaksanaan MTQ Nasional 2028. Ini termasuk fasilitas olahraga, tempat ibadah, hingga institusi pendidikan.
Beberapa lokasi yang ditunjuk meliputi:
- Stadion Harian Bangsa
- Masjid Raya Baiturrahman
- Lapangan Blang Padang
- Balai Meuseuraya
- Taman Ratu Safiatuddin
- UIN Ar-Raniry dan Universitas Syiah Kuala
Sekda Aceh, M Nasir, menekankan bahwa kesuksesan Aceh menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 Aceh–Sumut menjadi bukti nyata. "PON kemarin berjalan sukses dan menjadi pembuktian bahwa Aceh aman, nyaman, dan siap menjadi tuan rumah event nasional," ujarnya. Ini menunjukkan kapasitas Aceh dalam mengelola event besar.
Dukungan terhadap pencalonan Aceh sebagai tuan rumah MTQ Nasional 2028 juga datang dari berbagai elemen masyarakat. Wali Nanggroe, MPU, DPRA, Forkopimda, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Aceh telah menyatakan dukungannya. "Ini bukan hanya keinginan pemerintah, tapi keinginan kolektif masyarakat Aceh," tegas M Nasir.
Sejarah dan Harapan Penyelenggaraan MTQ Nasional
Ketua Tim Kemenag RI, Dr Ahmad Rizal Rangkuti, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi Gubernur Aceh. Ini juga menjadi persiapan audiensi dengan Menteri Agama RI. Pihak Kemenag ingin memastikan kesiapan Aceh dari berbagai aspek.
"Kami diminta meninjau langsung untuk memastikan kesiapan Aceh, baik dari sisi venue, akomodasi, maupun transportasi," kata Ahmad Rizal. Meskipun beberapa provinsi lain juga menyatakan minat, Aceh adalah yang pertama mengajukan proposal lengkap secara resmi. Ini memberikan Aceh keunggulan awal dalam proses seleksi.
Ahmad Rizal menilai bahwa Aceh memiliki nilai strategis secara historis dan kultural untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional 2028. "Terakhir kali Aceh menjadi tuan rumah MTQ nasional adalah pada 1981," ungkapnya. Dari sisi sejarah dan karakter masyarakatnya, Aceh sangat layak menjadi prioritas.
Pemerintah Aceh berharap Kemenag RI dapat memberikan kepercayaan penuh untuk menjadi tuan rumah. "Masyarakat Aceh sangat berkeinginan. Apapun persyaratan akan kami penuhi," tegas M Nasir. Mereka ingin menunjukkan bahwa Aceh tidak hanya religius, tetapi juga siap dan aman menyambut seluruh kafilah.
Sumber: AntaraNews