9 Atlet Sanda Sumut Melaju ke Semifinal PON Bela Diri 2025, Siap Rebut Emas!
Sembilan atlet sanda Sumut berhasil melaju ke semifinal PON Bela Diri 2025 di Kudus, membuka peluang besar meraih medali emas. Siapa saja mereka dan bagaimana perjuangan Atlet Sanda Sumut?
Sembilan atlet wushu sanda yang mewakili kontingen Sumatera Utara (Sumut) berhasil mengamankan tiket ke babak semifinal Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri II/2025. Pencapaian gemilang ini diraih setelah mereka menunjukkan performa terbaik dalam laga perempat final yang diselenggarakan di GOR Djarum Kaliputu Kudus, Jawa Tengah, pada hari Sabtu.
Dari total sembilan atlet tersebut, lima di antaranya adalah pesanda putra dan empat lainnya merupakan pesanda putri, yang kini siap bertarung memperebutkan posisi di final pada hari Minggu. Keberhasilan Atlet Sanda Sumut ini menjadi angin segar bagi kontingen, mengingat harapan besar untuk menambah pundi-pundi medali emas dari cabang olahraga ini.
Lolosnya para atlet ke semifinal ini disambut dengan sukacita dan optimisme tinggi dari jajaran pelatih serta pengurus KONI Sumut. Mereka berharap para atlet dapat mempertahankan konsistensi penampilan dan membawa pulang medali emas, sehingga dapat mendongkrak posisi Sumut dalam klasemen perolehan medali di ajang PON Bela Diri 2025.
Perjalanan Gemilang Atlet Putri Wushu Sanda Sumut
Tiket semifinal lebih dulu berhasil diamankan oleh empat pesanda putri Sumut yang bertanding pada sesi pertama, Sabtu pagi. Mereka menunjukkan dominasi yang kuat atas lawan-lawannya, membuka jalan bagi kontingen untuk meraih medali.
Rosa Beatric Malau, yang turun di Kelas 48 kg putri, menjadi atlet pertama yang melaju setelah mengalahkan Rina Murib dari Papua Tengah dengan skor 2-0. Jejaknya kemudian diikuti oleh Catrin Nadia Ginting di Kelas 52 kg, yang sukses menundukkan Kadek Duwik dari Bali.
Selanjutnya, Elsanda Sitio (56 kg) berhasil mengatasi perlawanan sengit dari Dominika Kolkadeden asal Maluku, sementara Ardianti Rizki Putri tampil impresif dengan mengalahkan Fransischa Adrian dari NTT. Keempat atlet putri ini kini siap menghadapi tantangan di babak semifinal.
Namun, tidak semua atlet Sumut berhasil melaju di sesi pertama. Roberto Manik, yang bertanding di Kelas 75 kg putra, harus mengakui keunggulan Jumanta dari DKI Jakarta, mengakhiri perjalanannya di perempat final.
Dominasi Pesanda Putra dan Harapan Medali
Pada sesi kedua pertandingan, Sabtu sore, lima pesanda putra Sumut berhasil memetik kemenangan dan memastikan tempat di semifinal. Mereka menunjukkan semangat juang yang tinggi dan teknik yang mumpuni di atas matras.
Ydris Talenta Baru menjadi salah satu yang bersinar, maju ke semifinal Kelas 48 kg setelah mengalahkan Fuad Abdurrahman dari DKI Jakarta. Kemudian, Fereddy Sinaga (52 kg) sukses menjinakkan perlawanan Marthin Fridolin Siahaan dari Jambi, menambah daftar atlet Sumut yang lolos.
Tidak ketinggalan, Eli Elisius Brahmana berhasil menang atas M Irfan dari Sultra, disusul oleh Benny Hutagalung yang menundukkan Dede Yusuf dari Sultra. Terakhir, Rosando Mangihut Sinaga melengkapi daftar atlet putra yang lolos setelah mengatasi Yoga Handika dari Sumbar.
Ketua Umum KONI Sumut, Kolonel (Purn) Hatunggal Siregar, yang hadir langsung memberikan dukungan, menyambut baik kabar lolosnya sembilan atlet ini. “Alhamdulillah kita meloloskan sembilan pesanda ke semifinal. Semoga saja mereka mampu mempertahankan penampilan terbaik sehingga tampil di final dan menjadi juara,” ujarnya penuh harap. Ia menambahkan, “Tambahan medali dari Wushu memang menjadi harapan terakhir Sumut agar peringkat kita menjadi lebih baik.”
Senada dengan itu, Tim Manajer Wushu Sumut, Sakiruddin, mengingatkan bahwa lolos ke semifinal hanyalah langkah awal. “Persaingan masih sengit, karenanya kami tetap mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Sumut,” katanya, didampingi Pelatih Nerry Agus Manullang, Dasman Simbolon, dan Martomu Noel Sianipar.
Sumber: AntaraNews