Sumut Kejar 40 Medali di PON Bela Diri 2025, Berapa Target Emasnya?
Kontingen Sumatera Utara membidik 40 medali pada PON Bela Diri 2025 di Kudus. Dengan 29 atlet PPI yang siap bertanding, mampukah Sumut mencapai target ambisius ini?
Kontingen Sumatera Utara (Sumut) telah menetapkan target ambisius untuk meraih 40 medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025. Kompetisi bergengsi ini akan berlangsung di GOR Arena Djarum Kaliputu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjadi panggung bagi para atlet terbaik dari berbagai daerah.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut, Hatunggal Siregar, didampingi jajarannya, mengungkapkan bahwa target 40 medali ini dianggap realistis. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah jumpa pers di Kudus pada hari Minggu, 12 Oktober, mengingat prestasi Sumut yang berhasil meraih peringkat keempat pada PON ke-21 di Aceh dan Sumatera Utara tahun 2024.
Ajang PON Bela Diri 2025 ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga berfungsi sebagai pemanasan dan evaluasi. Tujuannya adalah untuk mengukur kemampuan atlet serta menjadi bahan evaluasi pembinaan menuju PON XXII/2028 yang akan diselenggarakan di NTB dan NTT.
Ambisi Besar Sumatera Utara di Kudus
Sumatera Utara mengirimkan kontingen yang kuat dengan total 202 orang, terdiri atas 120 atlet dan sisanya adalah pelatih, ofisial, serta tim pendukung. Dari jumlah atlet tersebut, 29 di antaranya merupakan atlet Program Pembinaan Intensif (PPI) KONI Sumut yang sebelumnya telah sukses meraih medali pada PON XXI Aceh–Sumut 2024.
Hatunggal Siregar menegaskan, "Target 40 medali, baik emas, perak, maupun perunggu merupakan target yang realistis karena pada ajang PON ke-21 yang diadakan di Aceh dan Sumatera Utara pada 2024 kami berhasil meraih peringkat empat." Atlet-atlet PPI ini adalah peraih medali emas, perak, dan perunggu di PON sebelumnya, yang terus dilatih melalui pelatihan daerah sejak Juli hingga Desember 2025 untuk menjaga performa dan prestasi mereka.
Selain atlet PPI, puluhan atlet non-PPI juga disiapkan dalam kontingen ini. Keikutsertaan mereka bertujuan sebagai ajang promosi dan degradasi, memberikan kesempatan bagi atlet muda untuk menunjukkan potensi dan bergabung dalam program pembinaan berkelanjutan menuju PON 2028.
Strategi Pembinaan dan Evaluasi Jangka Panjang
PON Bela Diri 2025 memiliki peran strategis sebagai ajang pemanasan dan evaluasi bagi KONI Sumut. Melalui kompetisi ini, kemampuan atlet dapat diukur secara langsung, memberikan data berharga untuk perbaikan dan pengembangan program pembinaan di masa mendatang.
Empat cabang olahraga utama yang diikuti Sumut adalah taekwondo, gulat, judo, dan tarung derajat. Selain itu, terdapat enam cabang olahraga lain yang totalnya melibatkan lebih dari 100 atlet bela diri, menunjukkan keseriusan Sumut dalam meraih target medali.
Dukungan penuh juga datang dari Gubernur Sumut, Bobby Nasution, baik dalam bentuk fasilitasi pelatihan maupun keberangkatan kontingen. Dukungan ini menjadi motivasi tambahan bagi para atlet dan tim untuk memberikan yang terbaik di setiap pertandingan.
Menjaga Sportivitas dan Regenerasi Atlet
Hatunggal Siregar juga menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan mental juara di kalangan atlet. Ia berpesan, "Kita datang bukan hanya untuk bertanding, tetapi untuk menunjukkan semangat sportivitas. Hindari hal-hal yang tidak perlu, jaga nama baik Sumatera Utara." Ia juga mengundang warga Sumut di Kudus dan sekitarnya untuk memberikan dukungan kepada para atlet.
Selain mengejar target 40 medali, KONI Sumut menjadikan PON Bela Diri 2025 sebagai ajang evaluasi pembinaan atlet dan regenerasi. Atlet yang berprestasi di ajang ini akan dipertahankan dalam program PPI 2026 dan terus dibina secara berjenjang hingga PON 2028, menciptakan sistem pembinaan berkelanjutan.
Dari target 40 medali, sebanyak 14 medali di antaranya ditargetkan sebagai medali emas, sisanya adalah medali perunggu maupun perak. Cabang olahraga yang diandalkan untuk mendulang medali emas meliputi wushu, gulat, sambo, dan pencak silat, menunjukkan fokus dan kekuatan Sumut di disiplin-disiplin tersebut.
Sumber: AntaraNews