Tim wushu sanda Sumatera Utara (Sumut) memulai langkahnya dengan gemilang di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri II 2025. Sebanyak empat atlet sanda Sumut berhasil melewati rintangan pertama mereka. Mereka kini dipastikan melaju ke babak perempat final setelah menunjukkan performa terbaik.
Keberhasilan ini diraih dalam pertandingan sengit yang berlangsung di GOR Djarum Kaliputu Kudus, Jawa Tengah, pada hari Jumat. Kemenangan ini menjadi sinyal positif bagi kontingen Sumut untuk meraih medali di cabang olahraga wushu. Para atlet muda ini telah membuktikan kualitas dan persiapan matang mereka.
Prestasi ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga meningkatkan semangat juang seluruh tim. Mereka bertekad untuk terus melaju dan memberikan yang terbaik bagi Sumatera Utara. Dukungan penuh dari pelatih dan manajemen menjadi modal penting dalam menghadapi babak-babak selanjutnya.
Advertisement
Advertisement
Kemenangan pertama bagi kontingen sanda Sumut dibuka oleh Ydris Talenta Barus di kelas 48kg putra. Ydris berhasil menundukkan lawannya, Julius Sitompul dari Jambi, dengan penampilan yang meyakinkan. Ini menjadi awal yang baik bagi tim dan memicu semangat rekan-rekannya.
Tidak lama berselang, Fereddy Sinaga di kelas 52kg putra menyusul dengan kemenangan impresif. Fereddy berhasil mengalahkan Dzuhri Ali Mustofa dari Banten melalui knock out (KO) di babak pertama. Kemenangan cepat ini menunjukkan kekuatan dan teknik bertarung Fereddy yang luar biasa.
Di sesi pagi, Elbi Elisius Brahmana juga turut menyumbangkan kemenangan bagi atlet sanda Sumut. Bertanding di kelas 56kg putra, Elbi sukses menundukkan Khairil Waidi dari Aceh. Performa konsisten dari para atlet ini menjadi kunci keberhasilan mereka melaju ke babak selanjutnya.
Advertisement
Kejutan datang dari pewushu muda Sumut, Rosando Mangihut Sinaga, di laga sesi sore. Rosando berhasil mengalahkan Rachmad Mauludin dari Jawa Timur di kelas 70kg, sebuah hasil yang tidak terduga. Sayangnya, di kelas 65kg putra, Golkas Putra Adiansa Sagala harus mengakui keunggulan Fitrah Faturahman dari Jawa Timur.
Advertisement
Sementara itu, di cabang wushu taolu, dua pewushu Sumut, Nicholas Adinata Kisono dan Kelly Earlene Irwin, telah menunjukkan penampilan terbaik mereka. Meskipun belum berhasil menyumbangkan medali, performa mereka tetap patut diapresiasi. Nicholas, yang turun di nomor Nanquan putra, menduduki peringkat lima dengan nilai 8,7. Kelly menduduki peringkat empat di Changquan putri dengan torehan nilai 9.50.
Tim Manajer Wushu Sumut, Sakiruddin, didampingi Pelatih Sanda Nerry Agus Manullang, Dasman Simbolon, Martomu Sianipar, serta pelatih Taolu Fuliana, menyatakan kepuasannya. "Penampilan Kelly dan Nicholas di Wushu Taolu sesungguhnya tidak mengecewakan. Hanya saja mereka memang berhadapan dengan atlet Pelatnas," ujar Sakiruddin.
Pernyataan ini menyoroti tingkat persaingan yang sangat ketat di PON Bela Diri 2025, terutama di nomor taolu. Meskipun demikian, semangat juang para atlet tetap tinggi dan menjadi modal berharga untuk kompetisi mendatang. Fokus utama kini beralih ke babak perempat final sanda, di mana empat atlet sanda Sumut akan berjuang keras.
Advertisement
Dengan empat atlet sanda yang berhasil lolos, harapan untuk meraih medali emas semakin terbuka lebar. Tim pelatih dan manajemen akan terus memberikan dukungan penuh. Mereka akan memastikan setiap atlet mendapatkan persiapan terbaik untuk menghadapi lawan-lawan tangguh di babak selanjutnya. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh kontingen Sumut.
Sumber: AntaraNews