2 Mobil Terseret Banjir Anak Sungai Citarum, Saksi Ceritakan Momen Mencekam
Dua mobil yang terparkir di halaman rumah itu pun ikut terseret arus.
Tembok rumah warga di Gang Haji Ibrahim, RT 01 RW 01 Dusun Cicukang, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ambrol usai dihantam arus deras anak Sungai Citarum saat hujan pada Senin (1/12).
Dua mobil yang terparkir di halaman rumah itu pun ikut terseret arus. Dua unit mobil itu ialah Avanza milik Aula Ismat Wahidin dan Kijang milik Masnur.
Yandi Rustandi (38), yang bekerja di rumah tersebut menyaksikan langsung momen tersebut. Kala itu sekitar pukul 15.30 WIB. Ia tengah beristirahat di dalam rumah, sedang di luar hujan deras mengguyur.
“Terus tiba-tiba denger suara ‘bruk’, tengok ke depan ternyata tembok pagar ini ambruk, jebol. Dan air masuk besar. Di situ ada dua mobil terbawa,” ujarnya saat dijumpai wartawan di lokasi, pada Selasa (2/12).
Benteng yang roboh itu sendiri berbentuk letter L. Menurut Yandi, bagian yang ambrol semula bagian yang langsung berhadapan lurus dengan arus sungai. Disusul bagian lainnya. Luapan air pun seketika masuk ke dalam rumah dan ketegangan menyelimuti seisi rumah.
“Ada yang punya rumah, si bibi pembantu, pekerja tiga orang sama saya. Jadi ada lima (di dalam rumah). Semua panik,” ujar dia.
Merapal Doa Keselamatan
Dalam kondisi tersebut, yang ia bisa awalnya hanya merapal doa keselamatan, sebelum kemudian mengevakuasi diri ke lantai dua rumah. Momen itu pun tak kurangnya berlangsung dramatis.
“Saya menyelamatkan si ibu, menggendong si ibu ke loteng (lantai dua). Pertama itu, soalnya si ibu sudah tua,” ucap dia.
Sementara itu, Wiharto (52) adik pemilik mobil, menggambarkan situasi serupa. Ia bilang kejadiannya cepat dan mendadak.
Menurutnya, kedua unit mobil yang tengah terparkir itu sempat terombang ambing di area halaman oleh luapan air kurang lebih setinggi 1 meter, sebelum akhirnya terseret arus.
“Mobilnya lagi parkir di sini, punya kakak saya. Satu Avanza, satu kijang. Yang Avanza posisinya udah ketahuan, di sana dekat makam,” ucap dia.
Di titik akhir mobil Avanza berkelir putih itu terseret, sejumlah warga bersama perangkat dusun, dan petugas dari Dinas Perbuhungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, berupaya melakukan evakuasi.
Proses tersebut agak terkendala, di antaranya, karena titik akhir dua mobil tersebut berada di lingkungan yang sempit.
Lebar anak sungai sendiri ditaksir kurang dari 2 meter. Satu sisinya ialah pemukiman warga, sementara sisi lainnya lagi area tanah agak terbuka, yang juga terdapat pemakaman.
“Terlebih yang mobil Kijang, posisinya di sana susah karena ketutup benteng di dua sisinya,” Kata Kepala Dusun Cicukang 1 Dewi Ratnapuri, saat berbincang di lokasi.
Sejumlah Bangunan Rusak
Selain menyeret dua unit mobil, luapan air menurut Dewi juga memberi dampak terhadap sejumlah bangunan, termasuk tempat tinggal warga dan satu GOR Badminton.
Dari pendataan sementara, ada 30 Kepala Keluarga (KK), dengan sekitar 20 lebih bangunan terdampak di Dusun Cicukang.
“Yang GOR kalau rusak parah, kalau rumah ada perabotan yang kebawa arus, terus mesin jahit kaya dari konveksi rumahan,” jelas dia.