Lika-liku Bupati Trenggalek Tempuh Pendidikan Tinggi, Kehilangan Sosok Ayah hingga DO
Bupati Trenggelak Mochamad Nur Arifin menceritakan perjuangannya yang tidak mudah untuk lulus dari pendidikan tinggi.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin akhirnya bangkit
Lika-liku Bupati Trenggalek Tempuh Pendidikan Tinggi, Kehilangan Sosok Ayah hingga DO
Bupati Trenggelak Mochamad Nur Arifin menceritakan perjuangannya yang tidak mudah untuk lulus dari pendidikan tinggi.
Mas Ipin, sapaan akrab Bupati Trenggalek, mengalami kehidupan yang berat usai sang ayah meninggal dunia pada 2007 silam. Saat itu, usia Arifin baru 17 tahun. Kehilangan sang bapak tentu menimbulkan kesedihan mendalam dalam dirinya.
Dikeluarkan oleh Kampus
Mas Ipin tercatat pernah kuliah S1 Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unair) pada 2007 silam. Ia kemudian dikeluarkan pihak kampus pada 2015 karena tidak mampu menyelesaikan pendidikan sesuai batas waktu maksimal.
(Foto: Unair News)
Setelah dikeluarkan oleh Unair, Mas Ipin kemudian mendaftar S1 di Unitomo Surabaya. Skripsinya berjudul Implementasi Program Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan (Gertak) Sebagai Upaya Penanggulangan Kemiskinan di Trenggalek.
"Dulu berbekal IPK di atas 3,5 tidak memuluskan jalanku di strata pertama. Sejak Bapak meninggal, aku sibuk menyesuaikan diri, bekerja dan kampanye, alhasil DO," kenangnya. (Foto: Freepik pikisuperstar)
Pria 33 tahun itu mengaku sangat berterima kasih kepada sang ibu, istri, adik-adik dan anak-anaknya. Berkat dukungan mereka ia akhirnya menyelesaikan pendidikan strata satunya di Unitomo Surabaya.
Tempuh Pendidikan Magister
Tak puas dengan ilmu yang ia miliki, pria yang pernah mendapatkan rekor MURI sebagai Wakil Bupati Termuda di Indonesia itu memutuskan kembali masuk kampus. Kini, ia tercatat sebagai mahasiswa Pascasarjana Unair dengan peminatan Pemberdayaan Perempuan.
(Foto: Instagram @avinml)
"Bagiku masalah kemiskinan ekstrim dan stunting tidak akan terurai tanpa pelibatan semua pihak termasuk perempuan," ujar anak tukang becak itu, dikutip dari akun Instagram pribadinya @avinml, Selasa (4/7/2023)
Dia berharap, proses penulisan tesis yang ia lakukan dapat menambah pemahamannya tentang bagaimana relasi yang baik antara perempuan dan laki-laki. Seperti disampaikan Bung Karno:
"Perjuangan-politik kita di antara mereka itu harus berisi pula satu perjuangan besar mendidik kaum laki-laki. Kita harus mencabut "jiwa tuan" itu sampai ke akar-akarnya habis-habisan. Mencabut di kalangan partai maupun di kalangan massa."