Pemkot Makassar Bentuk Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (TA PATS) untuk Atasi Angka Putus Sekolah

Pemerintah Kota Makassar membentuk Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (TA PATS) guna menekan angka putus sekolah yang masih tinggi, melibatkan relawan dan komunitas untuk menjangkau anak-anak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Makassar Bentuk Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (TA PATS) untuk Atasi Angka Putus Sekolah
Pemerintah Kota Makassar membentuk Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (TA PATS) guna menekan angka putus sekolah yang masih tinggi, melibatkan relawan dan komunitas untuk menjangkau anak-anak. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, secara resmi membentuk Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (TA PATS) pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi tingginya angka anak putus sekolah di wilayah tersebut dan memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan formalnya.

Pembentukan TA PATS merupakan langkah konkret dari komitmen kolaborasi antara Pemkot Makassar dengan berbagai komunitas. Relawan dari BASAIbu Wiki-Sulsel dan Komunitas Anak Pencinta Jalanan turut serta menjadi garda terdepan dalam menjalankan misi mulia ini.

Tim relawan ini akan bekerja langsung di lapangan, mengidentifikasi serta mendata anak-anak yang tidak bersekolah. Mereka juga akan melakukan pendekatan persuasif kepada anak-anak dan keluarga agar mereka kembali melanjutkan pendidikan formal yang sempat terhenti.

Mengatasi Angka Putus Sekolah dengan TA PATS

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengungkapkan bahwa angka anak tidak sekolah di Kota Makassar masih relatif tinggi. Kondisi ini menjadi tanggung jawab bersama untuk segera diatasi demi masa depan generasi muda.

Pembentukan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (TA PATS) diharapkan dapat menjadi solusi efektif. Melalui tim ini, Pemkot Makassar menunjukkan keseriusannya dalam menekan angka putus sekolah secara signifikan.

TA PATS akan fokus pada upaya penjaringan dan pembinaan. Mereka akan memastikan bahwa setiap anak yang teridentifikasi putus sekolah mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk kembali ke bangku pendidikan.

Dinas Pendidikan Kota Makassar telah menjalankan berbagai program secara maksimal. Namun, persoalan anak putus sekolah dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar yang memerlukan penyelesaian kolektif.

Peran Kolaborasi Komunitas dalam TA PATS

Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program TA PATS. Komunitas BASAIbu Wiki-Sulsel dan Komunitas Anak Pencinta Jalanan telah menunjukkan komitmen kuat sebagai relawan.

Kedua komunitas ini akan terjun langsung ke lapangan, merangkul anak-anak yang terpaksa berhenti sekolah. Pendekatan humanis dan personal diharapkan mampu meyakinkan mereka untuk kembali belajar dan meraih cita-cita.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa pendidikan bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. Dengan dukungan aktif dari berbagai pihak, upaya pengembalian anak putus sekolah dapat berjalan lebih optimal.

BASAIbu Wiki-Sulsel, salah satu relawan TA PATS, juga mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kota Makassar. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi mereka dalam pelestarian dan pengembangan bahasa daerah melalui Kamus Digital Bahasa Makassar.

Inovasi Pendidikan dan Harapan Masa Depan

Selain pembentukan TA PATS, peringatan Hardiknas 2026 di Makassar juga menjadi momentum peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang transparan. SPMB ini ditujukan bagi jenjang SD dan SMP.

Langkah ini diambil untuk menjamin hak pendidikan seluruh warga secara adil dan akuntabel. Transparansi dalam proses penerimaan murid baru diharapkan dapat mengurangi potensi diskriminasi dan meningkatkan akses pendidikan.

Dengan mengintegrasikan sistem yang akuntabel dan pendekatan humanis di lapangan, Makassar optimistis mampu memutus rantai putus sekolah. Hal ini demi masa depan generasi yang lebih cerah dan inklusif.

Pemerintah Kota Makassar berharap, pada peringatan Hardiknas tahun depan, angka anak tidak sekolah dapat turun signifikan. Ini akan menjadi bukti nyata kerja keras dan kolaborasi semua pihak.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi