Dulu Pernah Jadi Kuli Bangunan Digaji Rp10.000 per Hari, Kini Dilantik Prabowo Jadi Gubernur
Saat itu, Andra Soni hanya di bayar Rp10 ribu per hari. Uang itu harus dia bagi untuk makan, keperluan harian hingga ditabung guna daftar perkuliahan.
Presiden Prabowo Subianto melantik serentak 961 Kepala Daerah oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/2) kemarin. Pasangan Gubernur Banten Andra Soni-Dimyati Natakusumah menjadi salah satu daftar pejabat yang dilantik.
Menariknya, Andra Doni dan pasangannya menolak adanya penggunaan anggaran pakaian dinas Rp1 miliar untuk acara pelantikan di tengah efisiensi anggaran. Kedua-nya memilih untuk menyiapkan anggaran secara mandiri untuk pakaian dinas saat pelantikan.
Berikut profil Gubernur Banten Andra Doni dirangkum berbagai sumber:
Gubernur Banten terpilih Andra Soni lahir dari keluarga petani di Payakumbuh, Sumatera Barat, pada 12 Agustus 1976. Andra lahir dari keluarga yang sederhana.
Dengan segala keterbatasan, Andra kecil diberi kesempatan sekolah oleh Negeri Jiran. Meski lulus Sekolah Dasar (SD), namun dia tidak bisa melanjutkan ke SMP, terbentur dengan dokumen. Untuk melanjutkan sekolah, Andra mengikuti kakak nya di Ciledug, Kota Tangerang.
Dengan ketekunan yang dimiliki, Andra Soni diangkat sebagai anak oleh keluarga kaya. Orang tua angkatnya yakni Raden Muhidin Wiranata Kusuma, putra dari Raden Aria Adipati Wiranata Kusuma, Menteri Dalam Negeri Indonesia pertama.
Sekolah Hingga SMA
Karena melihat ketekunan dan semangat Andra kecil yang ingin mengenyam pendidikan, meski kerap kehabisan ongkos, keduanya pun membiayai sekolah hingga lulus SMA. Sebuah pendidikan yang dianggap Andra Soni sesuatu yang mewah hingga berhasil mengantarkannya menjadi Gubernur Banten.
Namun, perjalanan kehidupan Andra Soni tak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Dalam satu acara kampanye pencalonannya sebagai Gubernur Banten. Dirinya mengaku pernah menjadi kuli bangunan.
Saat itu, Andra Soni hanya di bayar Rp10 ribu per hari. Uang itu harus dia bagi untuk makan, keperluan harian hingga ditabung guna daftar perkuliahan.
"Saya sempat jadi anak angkat untuk sekolah SMA. Upah saya Rp10.000 per hari, tahun 1995, kemudian saya tidur di bangunan itu," ujar Andra Soni, saat menceritakan kisah hidupnya di depan ratusan pelaku UMKM, di lapangan futsal daerah Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Sabtu (19/10/2024).
Pernah Jadi Kurir Barang
Andra Soni muda harus bekerja sembari kuliah. Nahas, krisis moneter 1998 membuat perusahaan tempatnya bekerja gulung tikar dan dia pun mengambil cuti kuliah, lantaran tidak ada biaya.
Andra terus berusaha mencari pekerjaan, nasib menuntunnya menjadi kurir pengiriman barang. Berbekal sepeda motor milik kakaknya, dia mengantar paket ke setiap alamat yang ada.
Dari situlah dia bisa kembali berkuliah. Selama bertahun lamanya dia bekerja, hingga dipercaya menjadi manajer dan pada akhirnya menjabat Gubernur Banten.