Prihatin Anak Kecanduan Handphone, Polisi di Semarang Dirikan Madrasah Gratis
Walaupun gratis, pengajar madrasah tetap mendapat honor yang layak
Walaupun gratis, pengajar madrasah itu tetap mendapat honor yang layak
Prihatin Anak Kecanduan Handphone, Polisi di Semarang Dirikan Madrasah Gratis
Dewasa ini, masyarakat dihadapkan pada masalah kecanduan handphone yang rawan terjadi pada anak-anak. Paparan konten negatif bisa memberikan dampak buruk bagi perkembangan moral mereka.
Hal inilah yang menjadi perhatian Aiptu Gunawan Nugroho. Prihatin banyak anak yang kecanduan handphone, ia mendirikan madrasah diniyah gratis.
Usai menyelesaikan tugasnya sebagai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Sidomukti, Polres Salatiga, ia langsung bergegas menuju madrasah diniyah sore Mansya’ul Huda.
Madrasah itu berada tak jauh dari rumahnya di Dusun Plosogundi, Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Ia ingin memastikan, proses belajar santrinya berjalan lancar.
Dikutip dari kanal YouTube Liputan6 pada Senin (18/9), madrasah diniyah gratis itu didirikan Aiptu Gunawan karena prihatin terhadap anak-anak yang kecanduan gawai dan suka main tak kenal waktu.
Dengan dibantu warga lain, madrasah yang baru berdiri sejak April 2023 itu menjadi tempat bagi anak-anak untuk belajar agama dan pendidikan moral. Tanpa dipungut biaya, anak-anak datang ke madrasah setiap pukul 4 sore.
Kini madrasah itu sudah memiliki 80 siswa. Dana operasional madrasah berasal dari hasil pengelolaan air bersih desa yang dikelola oleh Aiptu Gunawan bersama warga. Sebanyak 340 warga yang menggunakan air bersih itu memberikan amal sebesar Rp1.000 per meter kubik.
Meski madrasah tersebut gratis bagi para siswa, namun pengajarnya tetap menerima honor setiap bulan. Pengajar adalah lulusan dari berbagai pondok pesantren yang berkomitmen untuk mendidik anak-anak agar berkarakter mulia.
“Ini juga bagian dari pembenahan terhadap akhlak anak-anak zaman sekarang yang sudah mulai keracunan zaman. Selain mengenalkan anak-anak terhadap agama, juga mengenalkan tugas saya sebagai polisi, dan juga memberikan wawasan kepada anak-anak dari SD, SMP, SMA. Bahkan ada yang sudah lulus SMA juga mengikuti kegiatan di sini,”
ujar Aiptu Gunawan dikutip dari YouTube Liputan6.