Mencicipi Gendar Pecel, Kuliner Tradisional Khas Boyolali yang Unik dan Murah Meriah
Pada zaman dulu kuliner ini dibuat dengan sisa nasi agar tidak mubazir
Pada zaman dulu kuliner ini dibuat dengan sisa nasi agar tidak mubazir
Mencicipi Gendar Pecel, Kuliner Tradisional Khas Boyolali yang Unik dan Murah Meriah
Di Boyolali, tepatnya pada sebuah kompleks wisata Tlatar, Desa Kebonbimo, terdapat warung tradisional yang menjajakan makanan unik. Kuliner itu bernama gendar pecel.
Meski sederhana, warung itu selalu ramai pembeli. Berbeda dengan pecel pada umumnya, di sana pecel dipadukan dengan gendar. Gendar adalah olahan nasi yang teksturnya lebih kenyal dari lontong karena proses pembuatannya dicampur dengan ragi.
Untuk disajikan bersama pecel, gendar dipotong-potong terlebih dahulu lalu diberi sayuran yang sudah direbus serta ditambah mi kuning lalu diberi bumbu sambal kacang.
Dengan gurihnya gendar yang dipadukan dengan sayuran dan rasa pedas manis dari sambal kacang, kuliner tradisional itu terasa istimewa.
“Rasanya pedas dan gurih. Selain bikin kenyang juga menyehatkan badan karena banyak sayurnya. Harganya juga terjangkau, satu porsi cuma Rp5.000,”
kata Claudia Kanissa, salah seorang pembeli, dikutip dari kanal YouTube Liputan6 pada Senin (4/9).
Warung Gendar Pecel buka dari jam 8 pagi hingga sore. Dalam sehari, warung itu bisa menjual sebanyak 40 porsi dan bisa lebih banyak kalau waktu libur. Selain itu harganya juga murah meriah.
“Isinya ada kenil, bayam, lada, sama kecambah. Dalam sehari nggak mesti. Yang ramai itu justru kalau Sabtu-Minggu, biasanya habis 40 porsi,” kata Mawar Dian Permata, pemilik warung Gendar Pecel.
Gendar Pecel sendiri merupakan kuliner yang begitu populer di Salatiga, Boyolali, dan Solo. Seiring berjalan waktu, keberadaan kuliner ini makin langka karena bersaing dengan menjamurnya ragam kuliner baru.
Pada zaman dahulu, gendar dibuat dengan memanfaatkan nasi sisa agar tidak mubazir. Namun saat ini untuk kebutuhan jualan, gendar dibuat dengan nasi yang masih baru.