Cerita Mamikoe Jogja Mulai Bisnis Pasca Operasi Tumor, dari Yogurt Drink Kini Jual Cookies Unik
Kehadiran Rumah BUMN Yogyakarta membuat Mamikoe Jogja makin dikenal luas.
Usai menjalani operasi tumor, Ester Niken Haryanti Murwarni (52) mengaku tak bisa tinggal diam menunggu masa recovery. Dalam kondisi tersebut, Ia justru mencoba memulai bisnis dengan berjualan produk minuman berupa yogurt.
"Kenapa yogurt? Karena dikonsumsi dan saat itu proses pembuatannya paling simpel dilakukan ketika masa recovery (pasca operasi tumor)," ungkap Niken menjelaskan alasannya memulai bisnis dengan berjualan minuman yogurt.
Produk Pertama Minuman Yogurt
Yaa, Mamikoe Yogurt menjadi produk pertama yang diproduksi Niken pada 2019 lalu. Saat itu, Ia mengaku belum mengetahui banyak tentang aturan-aturan untuk menjual produk ke pasaran.
Yogurt yang diproduksi pun dikemas simpel tanpa stiker sebagai identitas produknya. Namun seiring berjalannya waktu, Niken terus meng-upgrade diri bergabung dengan dinas terkait untuk mengetahui cara bagaimana memasarkan produk hingga mengurus perizinan.
"Pertengahan 2019 baru kenal dan tahu apa itu UMKM saat bergabung dengan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Yogyakarta. Ternyata kalau punya produk gak sesimpel itu untuk dipasarkan, harus ada izinnya, NIB (Nomor Induk Berusaha)." cerita Niken mengenang awal mulai berbisnis.
Menemukan Support System untuk Mengembangkan Bisnis
Usai mengantongi NIB, Niken terus mengembangkan bisnis dengan membuat produk Mamikoe lainnya. Sambel YangKung menjadi produk kedua yang ia produksi selain yogurt drink. Disusul kemudian, pada 2020 Niken mulai memproduksi aneka frozen food hingga cake and cookies batik yang unik.
Tantangan Niken dalam mengembangkan bisnis juga mulai beragam. Terlebih saat itu memasuki masa pandemi Covid-19 dimana hampir seluruh aktivitas luar ruangan terhenti yang berdampak pada perkembangan bisnisnya.
Namun beruntungnya, saat itu Niken mulai bergabung dengan Rumah BUMN Yogyakarta (RuBY) yang merupakan binaan PT. Bank Rakyat Indonesia Yogyakarta. RuBY menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis.
Indonesia Mall Bikin Produk Mamikoe Jogja Makin Dikenal
Saat pandemi melanda, bisnis makanan yang Niken rintis justru terbantu dengan program-program dari RuBY. Ia dapat memasarkan produk melalui toko online, Indonesia Mall.
"Pandemi banyak dibantu dari RuBY dengan fasilitas toko online, Indonesia Mall. Dari situ banyak sekali terbantu, penjualan online tetap jalan dan meningkat" ungkap Niken.
Mengutip dari laman bri.co.id, Indonesia Mall merupakan bentuk kerjasama Bank BRI dengan e-commerce untuk mendorong UMKM go-online. Indonesia Mall membantu para UMKM untuk meningkatkan jangkauan penjualan produk.
Terbukti, berkat memasarkan produk melalui Indonesia Mall, produk-produk dari Mamikoe Jogja semakin dikenal luas. Penjualannya pun semakin meningkat.
Tak hanya itu, sebagai mantan karyawan yang baru merintis bisnis, Niken juga merasa terbantu dengan pendampingan dari RuBY. "Ada banyak bimtek, kelas keuangan, marketing, dan perizinan produk, sertifikasi halal itu sangat-sangat membantu pelaku UMKM seperti saya” jelas Niken lebih lanjut.
Dukungan Rumah BUMN Yogyakarta untuk Pelaku UMKM
Sejalan dengan hal tersebut, Bagas Priyambodo selaku Koordinator Rumah BUMN Yogyakarta menjelaskan fokus utama RuBY memang untuk mendampingi dan mendorong para pelaku UMKM. Namun selain menggelar pelatihan, BRI melalui RuBY juga memfasilitasi beberapa perizinan seperti sertifikasi halal.
"Kemarin beberapa UMKM ngurus sendiri (sertifikasi halal) susah banget, harus ada biaya, butuh waktu yang lama, nah dari BRI kemarin kita buka batch untuk sertifikasi gratis halal. Itu prosesnya lebih cepat dan tanpa biaya” jelas Bagas saat ditemui merdeka.com di BRICafe x Couvee, Kamis (20/02).
Fasilitas sertifikasi halal pun dirasakan manfaatnya oleh Niken. Pada 2021 lalu, berkat BRI produk cake and bakery miliknya berhasil mendapatkan label halal tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun. "Kalau ngurus (sertifikasi halal) sendiri itu mahal, sampe 2,5 juta (rupiah). Namun karena bergabung dengan BRI produk saya mendapat fasilitas sertifikasi halal tanpa bayar" terang Niken.
Selama bergabung dengan RuBY, Niken bahkan mendapatkan dua kali perizinan untuk produk-produk yang diproduksinya. “Saya dibantu perizinan dua kali, pertama cake and cookies 2021, yang kedua 2023 saya dapat dari BRI perizinan salah satu produk frozen food” jelas Niken lebih lanjut.
Support BRI melalui RuBY menjadi harapan besar bagi para pelaku UMKM. Fasilitas-fasilitas yang diberikan seperti pendampingan, kelas bimtek, fasilitas izin edar, bazar pameran hingga permodalan menjadi pintu bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis.
Kementerian BUMN bersama perusahaan milik negara, salah satunya PT. Bank Rakyat Indonesia membangun Rumah BUMN sebagai rumah bersama untuk berkumpul, belajar dan membina para pelaku UKM menjadi UKM Indonesia yang berkualitas.
Seperti visi dan misi Rumah BUMN yang dikutip dari laman rumah-bumn.id, Rumah BUMN akan mendampingi dan mendorong para pelaku UKM dalam menjawab tantangan utama pengembangan usaha UKM dan hal Peningkatan kompetensi, Peningkatan Akses Pemasaran dan Kemudahan akses Permodalan. Melalui visi misi tersebut tentu akan banyak UMKM yang terbantu dan berkembang lebih pesat.
"Fasilitas yang diberikan RuBY hingga saat ini cukup bagus, membantu memenuhi kebutuhan saya. Kedepan semoga BRI tetap ada untuk UMKM, selalu support kita untuk terus berkembang, KUR terus ada untuk bantuan permodalan" harapan Niken kedepan saat ditemui merdeka.com di Toko Mamikoe Jogja miliknya, Sabtu (1/3).