Semrawut JPO Cawang Kompor, Tidak Terawat dan Berkarat
Kondisinya terbilang jauh dari layak dan justru berpotensi membahayakan bagi warga yang akan menggunakan jembatan.
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, menjadi satu dari sekian banyak JPO yang ada di Jakarta jauh dari perhatian pemerintah provinsi.
Bagaimana tidak, kondisinya terbilang jauh dari layak dan justru berpotensi membahayakan bagi warga yang akan menggunakan jembatan penyeberangan tersebut.
Bagian anak tangga yang sudah terlihat lapuk karena termakan usia. Bahkan keretakan juga terlihat jelas di beberapa titik tangga. Besi-besi yang menutupi masing-masing tangga juga sudah berkarat nan berlumut karena sering terkena hujan dan hawa panas ibu kota.
Pagar besi putih yang seharusnya menutupi sisi luar tangga juga sudah hilang tanpa jejak, menyisakan bekas karat.
Sama sekali tidak ada perasaan nyaman saat melintas. Di sepanjang atas JPO Cawang Kompor itu memang tidak dilengkapi dengan atap.
kondisinya juga semakin ruwet, dengan adanya kabel listrik maupun optik halang melintang dari tiang besi jalanan, salah satunya ada yang terhubung dengan lampu lalu lintas di persimpangan Jalan Dewi Sartika.
Kabel-kabel tersebut juga sengaja diikat ke pagar besi. Membuat pemandangan di jembatan semakin tidak elok. Selain itu, jembatan tersebut tidak dilengkapi jalur khusus pengguna disabilitas yang ingin menyeberang.
Di salah satu sisi tangga JPO juga berdiri di tengah-tengah persimpangan jalan yang membuatnya mengkhawatirkan. Bahkan tidak jarang, orang-orang lebih memilih menyeberang sembarangan meski harus bertaruh dengan bahaya.
"Di sini sering kejadian tabrakan pejalan kaki, orang-orang lebih milih nyeberang langsung di bawah jembatan kebanding lewat atas," kata warga setempat, Ajis (43) kepada merdeka.com, Minggu (4/5).
Menurut dia, JPO Cawang Kompor itu dibangun sejak tahun 1980an, pun sejak awal pembangunan juga memang tidak dilengkapi bagain atap.
Namun untuk kabel semrawutnya di bagian jembatan sudah ada sekitar tahun 2000. Kian parahsemenjak ada perbaikan trotoar di sekitar. Namun seiring berjalannya waktu kabel-kabel itu tidak separah seperti dulu.
"Tapi ini udah mendingan, ini kan gara-gara galian dibikin trotar. Kan kabel-kabelnya dimasukin ke tanah. Tadinya parah," kata dia.
Ajis memang tidak mengetahui penyebab mengapa besi pagar JPO itu hilang, namun yang jelas besi tersebut sudah lapuk karena diterpa angin dan hujan.