Dinas Bina Marga DKI Jakarta bergerak cepat menindaklanjuti laporan terkait lantai Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sahabat di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, yang mengalami kerusakan. Petugas langsung melakukan penambalan pada bagian lantai JPO yang bolong pada Sabtu (24/1) setelah menerima aduan dari masyarakat.
Kerusakan JPO Daan Mogot ini disebabkan oleh hilangnya beberapa pelat besi yang diduga dicuri. Insiden pencurian tersebut terjadi saat wilayah Daan Mogot dilanda banjir beberapa waktu lalu, membuat kondisi JPO menjadi sangat membahayakan bagi pejalan kaki.
Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat, Khairul Imam, menegaskan bahwa laporan yang masuk segera diteruskan kepada Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk penanganan lebih lanjut. Respons cepat ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi JPO secara optimal dan aman bagi para pengguna.
Advertisement
Advertisement
Kerusakan parah pada JPO Sahabat di Jalan Daan Mogot terungkap setelah banjir mulai surut, di mana sebuah pelat besi berukuran satu meter kali dua meter ditemukan hilang dari salah satu ujung lantai. Tidak hanya itu, tiga pelat besi pada bagian anak tangga juga raib, meninggalkan lubang menganga yang sangat berbahaya.
Khairul Imam dari Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat mengungkapkan bahwa pencurian pelat besi ini terjadi saat banjir melanda kawasan tersebut. Baut-baut bekas copotan yang berserakan di sekitar lantai JPO menjadi bukti kuat adanya aksi pencurian yang terencana.
Kondisi JPO Daan Mogot yang bolong ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan warga yang setiap hari melintas. Mereka harus ekstra hati-hati saat melangkah untuk menghindari terjatuh atau terperosok ke dalam lubang.
Advertisement
Advertisement
Seorang warga bernama Adel menyatakan rasa takutnya saat harus melewati JPO yang berlubang tersebut, terutama karena JPO ini merupakan jalur utama menuju tempat kerjanya. "Takut juga karena ada beberapa yang bolong. Tapi kalau kerja harus lewat JPO ini," ujar Adel.
Selain kerusakan lantai dan anak tangga, kamera pengawas (CCTV) di JPO tersebut juga tampak tidak berfungsi. Kabel penghubung yang putus menjadi penyebab utama matinya perangkat vital ini, menambah daftar masalah keamanan di JPO Sahabat.
Kondisi ini tentu saja menghambat upaya pengawasan dan pencegahan tindakan kriminalitas, termasuk pencurian aset publik seperti pelat besi JPO. Warga berharap agar seluruh fasilitas JPO, termasuk CCTV, dapat segera diperbaiki.
Advertisement
Advertisement
Dinas Bina Marga DKI Jakarta menunjukkan respons cepat dengan langsung menindaklanjuti laporan dan melakukan penambalan sementara pada lantai JPO yang bolong. Langkah ini merupakan tindakan darurat untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan.
Meskipun demikian, warga seperti Adel sangat berharap agar perbaikan yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, melainkan perbaikan menyeluruh. "Harapannya segera diperbaiki karena banyak yang pakai JPO ini," kata Adel, menekankan pentingnya JPO bagi mobilitas warga.
Perbaikan JPO Daan Mogot secara permanen dan fungsionalisasi kembali CCTV sangat krusial untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna. Pemerintah daerah diharapkan dapat mengalokasikan sumber daya untuk pemeliharaan infrastruktur publik secara berkala.
Advertisement
Sumber: AntaraNews