Sarjana Akuntansi Terpaksa Jadi PPSU, Rela Bersihkan Got dan Sapu Jalan Jakarta Demi Dapat Kerja
Pemprov Jakarta membuka lowongan pekerjaan sebagai PPSU. Pelamarnya membeludak.
Memiliki latar belakang pendidikan tinggi sebagai sarjana bukan menjadi halangan bagi dua orang pelamar yang ingin bekerja sebagai Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka lowongan pekerjaan sebagai PPSU. Pelamarnya membeludak, bukan cuma dari lulusan SD sampai SMA. Dua orang pelamar yang memiliki gelar sarjana akuntansi ini bernama Nabila (27) dan Febrina Nuranisa (32) ikut melamar.
Bukan tanpa alasan mereka mau bekerja sebagai PPSU di wilayah Kelurahan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, meski sudah pernah duduk di bangku universitas hingga meraih gelar sarjana. Alasannya tak lain karena sulit mendapatkan pekerjaan. Apapun peluang yang ada terpaksa diambil. Sekalipun menjadi anggota PPSU.
"Alasan yang pertama ingin cari kerja, yang kedua memang sudah terbiasa beberes rumah dan sekarang ini kan memang lagi susah mencari pekerjaan, selagi ada peluang di depan mata ambil saja dulu," kata Nabila dan Febrina, di Taman Delta, Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran, Selasa (8/7).
Pelamar PPSU Ada 17 Sarjana
Sementara itu, Sekretaris Lurah (Sekkel) Serdang M Imron Sumadi menjelaskan, dari 127 pelamar calon PPSU, 93 yang hadir dan hanya satu orang saja yang akan mengisi kekosongan.
"Kalau dari kelurahan tidak ada yang khusus, karena prinsipnya kami melaksanakan Surat Edaran dari Sekda syarat minimum adalah SD atau bisa membaca dan menulis,” kata Imron.
Mirisnya lagi, saking sulit mendapatkan pekerjaan, ada 7 pelamar yang berlatar belakang sarjana rela menjadi PPSU.
"Dari 127 pelamar ada tujuh yang melamar menggunakan ijazah S1, yang hadir enam orang," sambungnya.
Syarat Tak Sulit
Sebagai syarat untuk para pelamar, Imron menyampaikan, tidak ada kriteria khusus hanya mereka harus bisa membersihkan, mencangkul, menjaga lingkungan, dan pada prinsipnya apa yang dibutuhkan dapat dilakukan.
"Melihat Kelurahan Serdang itu padat penduduk, mudah-mudahan jumlah PPSU kita bisa ditambah sehingga dapat memberikan kesempatan yang lebih banyak untuk warga Kelurahan Serdang," pungkasnya.
Menurut BPS, tingkat pengangguran di Jakarta pada Februari 2025 mencapai 6,18%. Meningkat 0,15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (2024) yang sebesar 6,03%.
Jumlah pengangguran di Jakarta tercatat mencapai ratusan ribu orang, tepatnya 338 ribu orang, meningkat dari 327 ribu orang pada Februari 2024.