Tips Memasak Steak Menggunakan Oven, Bikin Rasa dan Teksturnya Selezat Steak Restoran
Memasak steak di oven sering diremehkan karena mitos. Padahal, dengan teknik tepat, hasilnya bisa selezat steak restoran.
Dalam dunia kuliner, steak selalu menjadi sajian istimewa yang menggoda selera. Namun di balik kelezatannya, memasak steak dengan sempurna bukan perkara mudah. Banyak orang meyakini bahwa hanya panggangan atau wajan yang bisa menghasilkan steak berkualitas restoran, sehingga metode oven kerap diremehkan. Padahal, memasak steak di oven bisa menjadi pilihan tepat—asal teknik yang digunakan benar.
Sayangnya, masih banyak mitos yang beredar dan justru membuat hasil masakan jauh dari ekspektasi. Alih-alih empuk dan juicy, steak bisa jadi alot, kering, bahkan hambar. Kesalahan umum ini sering dilakukan karena informasi yang salah kaprah tentang proses memasak steak di oven.
Berangkat dari artikel yang ditulis oleh Monika Sudakov di The Daily Meal, kita akan mengupas tuntas fakta palsu yang selama ini dipercaya banyak orang. Diharapkan, dengan mengetahui kebenarannya, siapa pun dapat menikmati steak ala restoran di rumah sendiri.
Kenali Dulu Potongan Steak yang Tepat untuk Oven
Salah satu kesalahan paling umum adalah menganggap bahwa semua jenis steak bisa dimasak di oven. Kenyataannya, tidak semua potongan daging cocok untuk metode ini. “Pilih potongan dengan marbling tinggi seperti ribeye, filet mignon, T-bone, porterhouse, dan New York Strip. Hindari round steak dan sirloin tip karena cenderung lebih keras,” tulis Monika Sudakov.
Marbling atau lemak intramuskular membantu menjaga kelembutan dan cita rasa saat steak dipanaskan dalam suhu tinggi. Potongan yang terlalu lean (minim lemak) bisa jadi kering dan keras setelah dipanggang di oven. Oleh sebab itu, pemilihan daging menjadi fondasi utama keberhasilan memasak steak di oven.
Selain jenis, ketebalan steak juga sangat penting. Mitos lain yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa semua ketebalan steak bisa dimasak dengan cara yang sama. “Ketebalan ideal steak adalah minimal 1,5 inci. Ini penting agar bagian luar matang sempurna tanpa mengorbankan kelembutan bagian dalam,” lanjut Monika. Jika steak terlalu tipis, kemungkinan besar daging akan overcook sebelum bagian tengahnya mencapai tingkat kematangan yang diinginkan.
Persiapan dan Teknik yang Sering Diabaikan
Salah satu mitos yang cukup mengakar adalah keharusan memarinasi semua jenis steak. Padahal, tidak semua steak perlu melalui proses ini. “Hanya potongan seperti skirt, flank, dan hanger steak yang sebaiknya dimarinasi. Steak premium justru lebih baik tidak dimarinasi agar rasa alaminya tetap menonjol,” jelas artikel tersebut.
Yang lebih penting dari marinasi justru adalah waktu pemberian garam. Dry-brining, atau memberi garam jauh sebelum dimasak, terbukti meningkatkan kelembutan dan cita rasa. Gunakan garam kasar seperti kosher salt agar meresap sempurna dan memberikan kerak yang renyah saat dimasak.
Kelembapan permukaan steak juga sering diabaikan. Banyak orang langsung memasukkan steak yang masih basah ke dalam oven, padahal ini menghambat terbentuknya reaksi Maillard yang menciptakan kerak karamelisasi khas. “Pastikan steak dikeringkan dengan tisu dapur sebelum dimasak. Bisa juga didiamkan di kulkas tanpa penutup semalaman agar permukaannya lebih kering,” tulis Monika.
Kesalahan Alat dan Teknik Memasak
Banyak orang mengira semua alat masak cocok digunakan dalam oven. Padahal, ini bisa jadi kesalahan fatal. Hindari menggunakan wajan anti lengket biasa yang tidak tahan suhu tinggi. Sebaiknya gunakan alat masak tahan panas seperti cast iron atau loyang aluminium. Kedua bahan ini membantu mendistribusikan panas dengan merata dan aman digunakan di dalam oven.
Selain itu, penting juga untuk melumuri permukaan steak dengan sedikit minyak. “Minyak membantu pembentukan kerak dan mencegah daging menempel atau gosong,” jelas Monika. Pilih minyak yang memiliki smoke point tinggi seperti minyak biji anggur atau minyak alpukat, agar tidak mudah terbakar dan mengeluarkan rasa pahit.
Kesalahan lain yang kerap dilakukan adalah mengandalkan ‘feeling’ untuk mengetahui tingkat kematangan steak. Meskipun teknik sentuh tangan sering diajarkan, hasilnya tidak selalu akurat. “Menggunakan termometer daging adalah cara paling pasti untuk memastikan kematangan steak,” tegas artikel tersebut. Termometer digital membantu memastikan suhu bagian dalam daging sesuai dengan tingkat rare, medium, atau well done yang diinginkan.
Metode Memasak yang Sering Disalahpahami
Banyak orang percaya bahwa steak harus disear (dipanggang cepat di suhu tinggi) sebelum dimasukkan ke dalam oven. Namun metode reverse sear justru dianggap lebih unggul. Dalam teknik ini, steak dipanggang dulu di suhu rendah, lalu baru disear di akhir proses. “Reverse sear menghasilkan kematangan yang merata dan kerak yang lebih renyah tanpa risiko overcook,” tulis Monika Sudakov.
Mitos lain yang perlu diluruskan adalah tentang pemanasan oven. Ada yang menganggap memanaskan oven terlebih dahulu hanya membuang energi. Padahal, memanaskan oven justru krusial agar steak matang merata. Suhu yang disarankan bervariasi, tergantung metode yang digunakan: 375°F untuk reverse sear dan 425°F untuk metode pemanggangan langsung.
Hal yang tak kalah penting adalah perhatian selama proses memasak. Meskipun metode oven terlihat lebih praktis, steak tetap perlu dibalik setidaknya sekali selama dipanggang. “Oven bisa memiliki titik panas yang tidak merata. Dengan membalik steak, kematangan bisa lebih seimbang,” tulis artikel tersebut.
Dan terakhir, banyak orang langsung menyajikan steak setelah keluar dari oven. Ini adalah kesalahan besar. Steak perlu diistirahatkan selama beberapa menit agar jus daging kembali meresap ke serat dan tidak langsung keluar saat dipotong. Gunakan rak pendingin agar sirkulasi udara merata, dan steak tidak menjadi lembap di satu sisi.
Jangan Percaya Mitos, Mulailah Memasak Steak Seperti Profesional
Membongkar 13 hal yang salah kaprah tentang memasak steak di oven membuka mata kita bahwa kunci kelezatan bukan hanya pada teknik panggang klasik. Dengan pemahaman yang tepat, oven bisa menjadi alat andalan untuk menyajikan steak juicy, empuk, dan beraroma kuat seperti di restoran.
Dari memilih potongan yang tepat, memahami pentingnya ketebalan, hingga memperhatikan suhu dan waktu, semuanya berkontribusi dalam menciptakan hasil akhir yang memuaskan. Jangan biarkan mitos menyesatkan menghalangi Anda menikmati steak terbaik di rumah sendiri.
Kini, Anda tidak perlu ragu lagi untuk mencoba memasak steak di oven. Dengan menerapkan tips dan pembenahan dari kesalahan-kesalahan umum ini, siapa pun bisa jadi chef andal di dapur rumah sendiri—tanpa perlu peralatan mahal atau teknik rumit. Selamat mencoba!