Tiba-Tiba Estetik, Rumah Nenek Disulap Jadi Keren Banget, Ini Tipsnya
Berikut tips sulap rumah nenek menjadi estetik dan modern.
Salah satu tren desain interior yang mencuri perhatian di 2025 adalah memadukan estetika modern dengan elemen klasik penuh nostalgia.
Para desainer kini menggabungkan dekorasi kontemporer khas dekade ini dengan detail tradisional yang mengingatkan pada rumah tempo dulu—sering kali mirip gaya hunian yang disukai nenek Anda.
Fenomena vintage revival ini tak sekadar tren dekorasi; bagi banyak desainer, ia menjadi cara menghidupkan karakter ruangan sekaligus menciptakan atmosfer yang ramah dan personal.
Dikutip dari RealSimple, Rabu (13/8), sejumlah desainer membagikan inspirasi gaya lawas favorit mereka yang ternyata mudah diterapkan di rumah modern.
Gorden Tradisional dengan Detail Artistik
Jika selama ini gorden minimalis menjadi pilihan aman, tren tahun ini justru mengembalikan pesona batang gorden tradisional dengan ujung finial dekoratif.
Menurut desainer interior Mandy Cheng, detail ini sangat cocok untuk hunian bergaya Mediterania.Pilihan kain pun menjadi kunci: motif bunga chintz, toile, hingga renda mampu memberikan kesan elegan sekaligus hangat.
“Sedikit sentuhan klasik di area jendela dapat mengubah energi seluruh ruangan,” ujarnya.
Wallpaper Border: Tren 80–90-an yang Bangkit Lagi
Di era 1980–1990-an, wallpaper border hampir selalu menghiasi rumah. Meski sempat dianggap kuno di awal 2000-an, kini penata gaya Alexandra Gater kembali menghidupkan tren ini.
“Wallpaper border memberi pola dan warna tanpa harus menutupi seluruh dinding. Pemasangannya pun ramah bagi pemula proyek DIY,” kata Gater.
Pilihan desainnya kini lebih beragam, mulai dari motif flora halus hingga grafis modern, sehingga mudah dipadukan dengan furnitur kontemporer.
Sentuhan Bergelombang dan Sulaman
Detail seperti tepi bergelombang (scalloped edges) dan sulaman kini kembali populer, terutama pada taplak meja, seprai, dan sarung bantal.
“Bayangkan cottagecore versi dewasa—rapi, tertata, tapi tetap manis,” ujar Gater.
Elemen ini membawa kesan vintage yang lembut namun tidak terkesan ketinggalan zaman. Rahasianya ada pada pemilihan warna netral atau pastel lembut, sehingga tetap harmonis dengan furnitur modern.
Tren Global: Nostalgia Bertemu Inovasi
Kebangkitan elemen interior bergaya “rumah nenek” ini sejalan dengan tren global heritage design, yang memadukan warisan budaya dengan inovasi desain.
Di berbagai pameran interior internasional seperti Salone del Mobile di Milan, perpaduan material alami, teknik kerajinan tangan, dan perabot modern menjadi sorotan utama.
Kesimpulan
Tren desain interior 2025 mengajarkan bahwa rumah yang nyaman tak harus sepenuhnya modern atau sepenuhnya klasik.
Perpaduan keduanya justru menciptakan ruang tinggal yang personal, hangat, dan relevan sepanjang waktu.
Dengan sentuhan “rumah nenek” yang dibawa ke era modern, hunian Anda bukan hanya mengikuti tren, tapi juga punya cerita yang layak dibagikan.