Keren! Bali Terima Penghargaan Destinasi Paling Romantis di Dunia Tahun 2025
Bali tetap berhasil menyabet penghargaan destinasi paling romantis di dunia di tengah penurunan jumlah wisatawan saat Libur Nataru kali ini.
Keindahan Pulau Bali sudah tak diragukan lagi. Di tengah penurunan jumlah wisatawan pada musim libur Natal 2025 dan Tahun baru 2026, Pulau Dewata tersebut meraih penghargaan bergengsi.
Yakni sebagai destinasi paling romantis di dunia tahun 2025 dalam ajang World Travel Awards. Penghargaan ini kali kedua berturut-turut yang diterima Pulau Bali.
Bali mengalahkan 8 nominasi lainnya, yakni Gurun Atacama di Chile, Mauritius, Oman, Saint Lucia, Seychelles, Bahama, Tulum di Meksiko, dan Kepulauan Turks & Caicos.
Sebelum tahun 2024, Seychelles telah empat kali mendapatkan penghargaan serupa. Mengutip VN Express, Rabu (31/12), World Travel Awards yang didirikan pada tahun 1993, mengakui keunggulan dalam sektor perjalanan dan pariwisata, serta sering disebut sebagai 'Oscar industri perjalanan.'
Para profesional di industri perjalanan juga masyarakat umum memberikan suaranya buat Pulau Bali.
Menurut mereka, Bali dikenal dengan keindahan alamnya, pantai-pantai yang menawan, budaya tradisional yang kaya, sejarah yang mendalam, serta kuil-kuil kuno, menjadikannya sebagai favorit di kalangan wisatawan dari berbagai belahan dunia.
Pulau ini juga telah mengalami pemulihan pariwisata yang signifikan setelah pandemi Covid-19. Meskipun demikian, Kementerian Pariwisata melaporkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke Bali baru mencapai 6,8 juta orang, yang masih di bawah target 7 juta yang ditetapkan. Menjelang tahun baru 2026, jumlah kunjungan ke Pulau Dewata juga tergeser oleh Yogyakarta, yang mengalami lonjakan wisatawan berkat tren micro tourism.
"Memang wisatawan nusantaranya sedikit menurun. Mungkin dikarenakan gencarnya informasi bahwa cuaca kurang baik, dan juga hal-hal yang lain ya," kata Menpar dalam kunjungan kerja di Pondok Indah Mall (PIM) 1, Jakarta, Jumat, 26 Desember 2025.
Bali Kerap jadi Tujuan Pernikahan Pasangan Pengantin di Seluruh Dunia
Alban Kibarer, seorang pengusaha asal Prancis yang juga merupakan pendiri K Club Ubud, dalam sebuah wawancara tertulis mengungkapkan keyakinannya bahwa Bali tetap menjadi destinasi pernikahan yang diminati oleh banyak calon pengantin. Hal ini tidak hanya berlaku untuk pasar lokal, tetapi juga untuk pasar internasional.
Kesiapan infrastruktur dan beragam pengalaman yang ditawarkan oleh Pulau Dewata menjadi indikator bahwa permintaan untuk merayakan pernikahan di Bali tidak akan pernah berkurang. Kibarer menegaskan bahwa Bali memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan berbagai jenis acara, mulai dari gala dinner untuk ribuan tamu hingga upacara pernikahan yang bersifat privat.
Keunggulan Bali dalam hal ini didukung oleh tim vendor yang memiliki pengalaman multikultural, sehingga menjamin kualitas acara yang berada pada standar kelas dunia. Selain itu, Bali juga dikenal karena menawarkan one-stop solution, di mana calon pengantin dapat menemukan semua kebutuhan pernikahan dalam satu paket, mulai dari tempat pernikahan, layanan bulan madu, hingga akomodasi.
Salah satu fasilitas baru yang dikelola oleh Kibarer di K Club adalah Kraton Chapel, yang menawarkan venue pernikahan dengan pemandangan hutan yang menakjubkan. Tempat ini dapat menampung sekitar 120 tamu dan dilengkapi dengan 30 unit private pool villa, yang tersedia dalam pilihan dua hingga lima kamar tidur, serta 11 unit tenda mewah untuk para pasangan pengantin yang ingin berbulan madu. Tersedia juga Restoran Akar dan Kabana, serta Mekar SPA untuk kebutuhan relaksasi para tamu.
Tren Pernikahan 2026 Berkonsep Ramah Lingkungan
Terkait dengan tren pernikahan yang akan muncul di tahun 2026, Alban Kibarer mengungkapkan bahwa konsep concious luxury diperkirakan akan menjadi yang terdepan. "Tren pernikahan 2026 didorong oleh kemewahan yang bertanggung jawab, concious luxury, dan ekspresi personal yang mendalam," ungkap Kibarer, seorang pengusaha asal Prancis dan pendiri K Club Ubud, dalam wawancara tertulis dengan Lifestyle Liputan6.com pada Rabu (3/12).
Kibarer menjelaskan beberapa elemen penting terkait tren pernikahan tersebut. Pertama, pernikahan yang lebih intim dan personal dengan pasangan akan mengurangi jumlah tamu, dengan fokus pada kualitas interaksi serta pengalaman unik bagi para tamu.
"Pernikahan di bawah 150 orang kini menjadi pilihan utama untuk segmen high-end," tambah Kibarer. Selanjutnya, perayaan yang lebih bertanggung jawab akan muncul seiring dengan meningkatnya kesadaran lingkungan. Dia juga menyatakan bahwa calon pengantin kini lebih cenderung memilih vendor lokal, mengurangi limbah dengan menggunakan zero-waste catering, dan memilih dekorasi yang memiliki dampak minimal terhadap lingkungan.
Lebih lanjut, Kibarer mencatat bahwa permintaan untuk wedding weekend, yaitu perayaan yang berlangsung selama dua hingga tiga hari, semakin meningkat. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan waktu berkumpul dengan tamu, sekaligus menjadikan acara tersebut sebagai mini-holiday bagi seluruh keluarga dan teman-teman.
"Permintaan untuk wedding weekend meningkat untuk memaksimalkan waktu kebersamaan dengan tamu dan bisa menjadi acara mini-holiday untuk seluruh keluarga dan teman," imbuhnya.
Strategi Pesta Hasilkan Sampah yang Minim
Menanggapi tren pernikahan yang lebih peduli terhadap lingkungan, Kibarer telah mengimplementasikan berbagai strategi. Salah satunya adalah dengan mengurangi limbah makanan. "Chef kami fokus pada optimalisasi menu. Persiapan hidangan pernikahan disesuaikan secara cermat dengan jumlah tamu, kombinasi menu dan minuman, serta waktu penyajian yang tepat. Strategi ini sangat efektif untuk meminimalkan sisa makanan yang terhidang," ungkapnya.
Selanjutnya, mereka juga melakukan pengolahan dan daur ulang limbah organik. Untuk limbah organik seperti sisa makanan dan bunga dekorasi, mereka tidak hanya mengolahnya menjadi kompos, tetapi juga menerapkan program yang memanfaatkan maggot (Black Soldier Fly).
"Hasil dari pengolahan maggot ini kemudian digunakan sebagai pupuk dan makanan ternak, yang kami salurkan kepada petani lokal. Kami bekerja sama dengan vendor dan komunitas lokal sebagai bagian dari program dukungan lingkungan berkelanjutan," tambahnya.
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-square-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5134412/original/038085800_1739607608-WhatsApp_Image_2025-02-15_at_14.44.11.jpeg)