Bolehkah Puasa Dzulhijjah Digabung dengan Puasa Kamis? Ini Penjelasan Ulama
Simak panduan lengkap Puasa Dzulhijjah 2024: keutamaan, niat, jadwal, dan hukum menggabungkan dengan puasa sunah lainnya. Raih keberkahan di bulan Dzulhijjah!
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan. Di antara berbagai bentuk ibadah yang dianjurkan, puasa sunnah selama sembilan hari pertama (1–9 Dzulhijjah) menjadi salah satu amalan yang sangat utama. Terutama pada dua hari penting: hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan hari Arafah (9 Dzulhijjah).
Namun menariknya, pada tahun 2025, tanggal 2 Dzulhijjah 1446 H bertepatan dengan hari Kamis—hari yang juga disunnahkan untuk berpuasa secara rutin oleh Nabi Muhammad SAW. Lalu timbul pertanyaan: Bolehkah puasa Dzulhijjah digabung niatnya dengan puasa Kamis? Apakah pahalanya tetap sah dan utuh?
Artikel ini akan mengulas tuntas hukum dan panduan niat puasa gabungan berdasarkan pandangan para ulama, lengkap dengan kutipan dari kitab-kitab fikih klasik.
Keutamaan Puasa di Awal Dzulhijjah
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (yakni 10 hari pertama Dzulhijjah).” (HR. Bukhari)
Puasa adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dilakukan selama periode ini. Meskipun tidak wajib, keutamaan puasanya sangat besar, terutama di hari Arafah yang disebut dapat menghapus dosa selama dua tahun (HR. Muslim).
Hukum Menggabungkan Dua Niat Puasa Sunnah
Boleh atau tidak? Jawabannya: Boleh.
Mayoritas ulama membolehkan menggabungkan dua niat puasa sunnah, seperti puasa Dzulhijjah dengan puasa Kamis. Bahkan, hal ini dijelaskan dalam beberapa referensi penting dari kitab-kitab fikih:
1. Imam Jalaluddin As-Suyuthi
Dalam al-Asybah wan Nadhair, beliau menyebutkan bahwa penggabungan dua niat dalam satu ibadah sunnah sah dilakukan, seperti niat mandi sunnah Jumat dan hari raya yang berbarengan. Hal yang sama juga berlaku untuk ibadah puasa. “Jika seseorang berniat puasa hari Arafah dan hari Senin misalnya, maka puasanya sah dan mendapatkan pahala keduanya,” tulis As-Suyuthi.
2. Imam Bujairimi
Dalam Tuhfatul Habib, beliau menyebutkan bahwa ketika suatu hari memiliki dua keutamaan puasa (misalnya Dzulhijjah dan Kamis), maka penggabungan niat sah dan bahkan dianjurkan. “Jika seseorang berniat puasa karena dua sebab (misalnya Arafah dan Kamis), maka puasanya lebih utama dan pahala keduanya bisa diraih.”
3. Imam Ibnu Hajar al-Haitami
Beliau menegaskan bahwa yang penting dalam puasa sunnah adalah mengisi waktu dengan ibadah. Maka jika diniatkan untuk dua hal sekaligus, keduanya sah dan pahalanya diperoleh. “Jika seseorang berniat untuk keduanya sekaligus, maka kedua ibadah itu dianggap telah dilaksanakan. Namun, jika hanya satu, maka tuntutan yang satu lagi gugur, tapi pahala tidak diperoleh.”
Cara Menggabungkan Niat Puasa Kamis dan Dzulhijjah
Bagi yang ingin menggabungkan niat puasa Dzulhijjah dan Kamis, cukup menyusun niat seperti ini (dalam hati atau lisan sebelum fajar):
نَوَيْتُ صَوْمَ (يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ / يَوْمَ الْخَمِيْسِ) وَشَهْرِ ذِيْ الحِجَّةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumil istnaini (aw yaumil khamis) wa syahri Dzulhijjah sunnatan lillahi ta'al.
Artinya: Saya niat puasa pada hari Senin (hari Kamis: jika kebetulan hari Kamis) dan puasa bulan Zulhijah, sunnah karena Allah Ta'ala.
Jika hanya ingin menyebut salah satunya, misalnya hanya puasa Kamis, maka ibadah tetap sah dan tuntutan puasa Dzulhijjah gugur. Namun pahalanya hanya mengikuti yang diniatkan.
Perbandingan Niat Gabungan dan Niat Tunggal
Jenis Niat Hukum Pahala
Niat gabungan (Kamis + Dzulhijjah) |Sah | Dapat dua pahala
Niat tunggal (hanya Kamis atau hanya Dzulhijjah)| Sah | Dapat satu pahala saja
Tanpa niat | Tidak sah | Tidak dapat pahala
Lebih Utama Digabung
Menggabungkan dua niat puasa sunnah, seperti Kamis dan Dzulhijjah, tidak hanya diperbolehkan tetapi juga sangat dianjurkan. Dengan satu puasa, umat Islam dapat meraih dua keutamaan sekaligus. Ini tentu menjadi kabar gembira, terutama bagi mereka yang ingin memaksimalkan ibadah namun memiliki keterbatasan waktu atau tenaga.
Jadi, jangan ragu untuk meniatkan dua ibadah sekaligus pada hari Kamis di awal Dzulhijjah. Selama niat dilakukan sebelum fajar, puasa sah dan pahala dilipatgandakan.
Niat Puasa Dzulhijjah
Niat merupakan rukun penting dalam berpuasa. Berikut adalah lafal niat puasa Dzulhijjah yang dapat dilafalkan:
1. Niat Puasa Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah):
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta'âlâ."
2. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah):
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta'âlâ."
3. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah):
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta'âlâ."
Tata cara puasa Dzulhijjah sama dengan puasa sunnah lainnya. Berikut adalah langkah-langkahnya:
1. Niat: Membaca niat puasa Dzulhijjah pada malam hari atau pagi hari sebelum terbit fajar.
2. Sahur: Makan sahur sebelum imsak.
3. Menahan diri: Menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
4. Berbuka: Menyegerakan berbuka puasa setelah matahari terbenam.
Selama berpuasa, umat Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan bersedekah.
Catatan Penting:
Jika kamu masih memiliki utang puasa Ramadan, maka bisa juga menambahkan niat qadha, sehingga mendapat tiga pahala sekaligus: puasa wajib (qadha), puasa Dzulhijjah, dan puasa Kamis. Namun ulama berbeda pendapat tentang keabsahan menggabung qadha dengan puasa sunnah. Untuk ini, konsultasi kepada ustaz atau pembimbing agama sangat dianjurkan.
Selamat menunaikan ibadah puasa Dzulhijjah 2025. Semoga segala amal kita diterima dan diberkahi Allah SWT.