Niat Puasa 8-9 Dzulhijjah Lengkap Tulisan Arab-Latin dan Artinya
Berikut bacaan niat puasa 8-9 Dzulhijjah lengkap dengan tulisan Arab-Latin dan artinya.
Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam di seluruh dunia dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah Dzulhijjah. Dua di antaranya yang paling utama adalah puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.
Puasa Dzulhijjah, terutama Tarwiyah dan Arafah, merupakan kesempatan emas untuk meraih pahala berlipat ganda dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan mengetahui niat dan keutamaannya, diharapkan umat Muslim dapat melaksanakan ibadah ini dengan sebaik-baiknya.
Artikel ini akan menyajikan informasi lengkap mengenai niat puasa 8-9 Dzulhijjah, termasuk bacaan dalam tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya. Informasi ini sangat penting bagi umat Islam yang ingin menjalankan ibadah puasa sunnah ini dengan benar dan khusyuk. Selain itu, akan dibahas pula keutamaan dari masing-masing puasa tersebut.
Bagaimana bacaan niat puasa 8-9 Dzulhijjah lengkap dengan tulisan Arab-Latin dan artinya? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (29/5), simak ulasan informasinya berikut ini.
Jadwal Lengkap Puasa Dzulhijjah 2025
Berdasarkan kalender Hijriah, bulan Dzulhijjah 1446 H diperkirakan akan jatuh pada akhir Mei hingga akhir Juni 2025. Berikut adalah jadwal lengkap puasa Dzulhijjah 2025:
- 1 Dzulhijjah 1446 H: Rabu, 28 Mei 2025
- 2 Dzulhijjah 1446 H: Kamis, 29 Mei 2025
- 3 Dzulhijjah 1446 H: Jumat, 30 Mei 2025
- 4 Dzulhijjah 1446 H: Sabtu, 31 Mei 2025
- 5 Dzulhijjah 1446 H: Ahad, 1 Juni 2025
- 6 Dzulhijjah 1446 H: Senin, 2 Juni 2025
- 7 Dzulhijjah 1446 H: Selasa, 3 Juni 2025
- 8 Dzulhijjah 1446 H (Puasa Tarwiyah): Rabu, 4 Juni 2025
- 9 Dzulhijjah 1446 H (Puasa Arafah): Kamis, 5 Juni 2025
Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah ini, terutama puasa Tarwiyah dan Arafah, bagi yang tidak menunaikan ibadah haji.
Niat Puasa Dzulhijjah
Puasa Dzulhijjah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Amalan ini sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan yang besar di sisi Allah SWT. Melaksanakan puasa Dzulhijjah merupakan salah satu cara untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Niat menjadi rukun penting dalam setiap ibadah, termasuk puasa. Dengan berniat karena Allah SWT, ibadah puasa akan menjadi lebih bermakna dan bernilai di sisi-Nya. Berikut adalah lafal niat puasa Dzulhijjah yang dapat dilafalkan:
Niat Puasa Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah):
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta'âlâ."
Lafal Niat Puasa 8 Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah)
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Berikut adalah lafal niat puasa Tarwiyah:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillāhi ta'āla.
Artinya: "Saya berniat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."
Jika lupa berniat di malam hari, diperbolehkan membaca niat di siang hari sebelum waktu dzuhur, khususnya menurut mazhab Syafi'i. Berikut lafal niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hādzal yaumi ‘an adā’i sunnati yaumit tarwiyah lillāhi ta‘ālā.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah SWT."
Lafal Niat Puasa 9 Dzulhijjah (Puasa Arafah)
Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, saat jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah. Berikut adalah lafal niat puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillāhi ta’āla.
Artinya: "Saya berniat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar. Puasa Arafah diyakini dapat menghapus dosa selama dua tahun, yaitu satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Sementara itu, puasa Tarwiyah juga memiliki keutamaan yang besar di sisi Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada hari yang lebih dicintai Allah SWT untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan saleh, termasuk puasa, pada hari-hari tersebut.
Dengan melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah, umat Muslim berkesempatan untuk meraih ampunan dosa, meningkatkan ketakwaan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk melaksanakan ibadah puasa ini dengan sebaik-baiknya.