Niat, Waktu Terbaik, Serta Keutamaan Pelaksanaan Puasa Dzulhijjah
Menjelang Hari Raya Idul Adha, menjalankan puasa Dzulhijah memiliki keutamaan seperti menghapus dosa, dilipatgandakan pahala serta terbebas dari siksa neraka.
Keutamaan puasa Dzulhijjah adalah sesuatu yang penting diketahui oleh setiap Muslim. Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Niat, Waktu Terbaik, Serta Keutamaan Pelaksanaan Puasa Dzulhijjah
Di bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan saleh seperti bersedekah dan berzikir. Selain itu, mereka juga dianjurkan untuk menunaikan ibadah puasa sunnah Dzulhijjah.
Pentingnya Puasa Dzulhijjah
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan salat malam setara dengan salat pada malam Lailatul Qadar." (HR At-Tirmidzi).
Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan beribadah di bulan Dzulhijjah, khususnya dalam sepuluh hari pertama. Dengan melaksanakan puasa Dzulhijjah, setiap Muslim dapat meraih pahala yang berlipat ganda.
Keutamaan Puasa Dzulhijjah
Ada banyak keutamaan yang bisa diperoleh dari puasa Dzulhijjah. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Menghapuskan Dosa-dosa
Salah satu keutamaan puasa Dzulhijjah adalah penghapusan dosa. Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu" (HR Muslim).
Mayoritas ulama menyatakan bahwa dosa-dosa yang dihapus melalui puasa Arafah adalah dosa-dosa kecil (An-Nawawi, Syarah Muslim, juz 3, h. 113).
2. Dilipatgandakan Pahalanya
Keutamaan lain dari puasa Dzulhijjah adalah dilipatgandakannya pahala. Puasa di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah mendapatkan pelipatan pahala dibanding ibadah di bulan lainnya.
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan salat malam setara dengan salat pada malam Lailatul Qadar." (HR At-Tirmidzi).
3. Hari Pembebasan dari Siksa Neraka
Puasa Dzulhijjah juga dikenal sebagai hari pembebasan dari siksa neraka. Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka pada hari ini dibanding hari-hari lainnya. Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada hari dimana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?" (HR Muslim).
Niat Puasa Dzulhijjah dan Waktu Pelaksanaannya
Sebelum membahas keutamaan puasa Dzulhijjah lebih lanjut, penting untuk mengetahui niat puasa sunnah ini dan waktu pelaksanaannya.
Niat Puasa 1-7 Dzulhijjah
Niat puasa pada tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah adalah:
"Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ"
Artinya:
"Saya niat puasa sunnah bulan Zulhijah karena Allah ta’ala."
Untuk tahun 2024, puasa Dzulhijjah dilaksanakan mulai tanggal 8 hingga 14 Juni 2024.
Niat Puasa 8 Dzulhijjah (Hari Tarwiyyah)
Niat puasa pada hari Tarwiyyah, yaitu tanggal 8 Dzulhijjah adalah:
"Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ."
Artinya:
"Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’âlâ."
Niat Puasa 9 Dzulhijjah (Hari Arafah)
Niat puasa pada hari Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah adalah:
"Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ."
Artinya:
"Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta’âlâ."
Dengan melaksanakan puasa Dzulhijjah, setiap Muslim dapat meraih berbagai keutamaan yang telah dijelaskan. Mulai dari penghapusan dosa, pembebasan dari siksa neraka, hingga pelipatgandaan pahala.
Dengan demikian, semoga Allah SWT memberikan pahala yang berlipat ganda dan membebaskan dari siksa api neraka.