VIDEO Jackie Chan Sampai Berurai Air Mata Mendengar Kalimat Anak Gaza Ini
Aktor legendaris Jackie Chan baru-baru ini mengakui dirinya tidak bisa menahan air mata ketika melihat sebuah video anak Gaza.
Aktor legendaris Jackie Chan terlihat sangat emosional setelah menonton sebuah video dari Gaza, mengatakan bahwa kata-kata seorang anak Palestina tentang tidak pernah bisa tumbuh dewasa mengungkapkan kenyataan pahit yang dihadapi anak-anak di tengah perang.
Aktor legendaris Jackie Chan menjadi sorotan pada Rabu setelah tampak menahan tangis saat berbicara tentang sebuah video yang menampilkan penderitaan anak-anak di Gaza dalam sebuah acara promosi filmnya.
Bintang berusia 71 tahun itu mengatakan bahwa ucapan seorang anak Palestina dalam video tersebut mengguncangnya hingga ke lubuk hati terdalam.
Pertanyaan Sederhana
Berbicara dalam sebuah penampilan publik baru-baru ini, Chan mengenang saat ia menonton rekaman ketika seorang anak dari Gaza ditanya pertanyaan sederhana: apa yang ingin ia capai ketika dewasa nanti.
Jawaban sang anak, kata Chan, sungguh menghancurkan hati. “Anak-anak di sini tidak pernah sempat tumbuh dewasa,” ujar bocah itu.
Chan mengatakan bahwa sejak anak tersebut mulai berbicara, ia langsung kehilangan kendali atas emosinya.
“Begitu saya mendengarnya, air mata saya langsung jatuh,” katanya. “Saya tidak sanggup menahannya.”
Datar Nyaris Tanpa Emosi
Aktor itu menjelaskan bahwa nada bicara sang anak — tenang, datar, nyaris tanpa emosi — membuat momen tersebut semakin menyayat hati.
“Tidak ada ekspresi di wajahnya,” tambah Chan. “Dia sudah terbiasa dengan kematian.”
Merenungkan apa yang ia saksikan, Chan berbicara panjang lebar tentang bagaimana perang membentuk cara seorang anak memahami hidup dan waktu. Ia mengatakan video tersebut memaksanya menghadapi kenyataan bahwa bagi banyak anak di Gaza, gagasan tentang masa depan bukanlah sesuatu yang abstrak — melainkan sesuatu yang tidak ada.
Banyak Orang Takut Menjadi Tua
“Kita sering bertanya kepada anak-anak ingin menjadi apa ketika mereka besar nanti,” ujarnya, “tetapi bagi mereka, tumbuh dewasa itu sendiri sudah tidak pasti.”
Chan juga menyinggung bagaimana banyak orang takut menua, tanpa menyadari bahwa menua adalah sebuah hak istimewa yang tidak dimiliki jutaan orang yang hidup di bawah kekerasan.
“Orang-orang takut menjadi tua,” katanya. “Padahal bisa menjadi tua adalah anugerah yang diberikan kehidupan.”
Ia terdiam sejenak, lalu menambahkan, “Anak-anak itu mungkin tidak akan pernah mencapai anugerah tersebut.”
Tentang Dunia Tempat Mereka Hidup
Aktor tersebut menegaskan bahwa yang paling menghantuinya bukan hanya penderitaan yang ditampilkan dalam video, melainkan bagaimana penderitaan itu telah menjadi sesuatu yang dianggap biasa.
Ia mengatakan jawaban sang anak yang datar menunjukkan betapa dalamnya kekerasan telah terjalin dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika seorang anak bisa mengatakan hal seperti itu tanpa emosi,” kata Chan, “itu sudah menjelaskan segalanya tentang dunia tempat mereka hidup.”
Perang pemusnahan Israel terhadap Gaza, yang dimulai pada 7 Oktober 2023 dan telah berlangsung lebih dari dua tahun, telah menyebabkan kerugian manusia dan material yang sangat besar.
Lebih dari 71.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 171.000 lainnya terluka, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Seluruh kawasan permukiman telah rata dengan tanah, infrastruktur vital hancur, dan kondisi hidup menjadi tidak layak huni, dengan biaya rekonstruksi diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar.