SPOILER ALERT!!!
JANGAN BACA ARTIKEL INI JIKA BELUM MENONTON KARATE KID: LEGENDS ATAU JIKA TIDAK INGIN MENDAPATKAN SPOILER !!!
Film KARATE KID: LEGENDS yang saat sedang tayang merupakan waralaba dari The Karate Kid. Film ini dirilis setelah THE KARATE KID (2010) dan mengambil latar waktu setelah peristiwa yang diceritakan dalam serial televisi Cobra Kai yang ditayangkan dari tahun 2018 hingga 2025.
Tokoh utama dalam film ini Li Fong, yang diperankan Ben Wang, seorang remaja yang lugu dan tinggal di China. Ia menjadi murid dari Tuan Han yang diperankan Jackie Chan.
Dalam perjalanan cerita, Li Fong bersembunyi dari ibunya, Fong yang diperankan Ming-na Wen, seorang dokter yang ingin membawanya pindah ke New York dan meninggalkan dunia seni bela diri.
Sebelum peristiwa ini, kakak Li Fong telah meninggal dunia setelah ditikam lawan bertandingnya yang kalah dalam sebuah pertandingan bela diri. Li Fong menyaksikan kejadian tragis tersebut dan hal itu meninggalkan trauma mendalam dalam hidupnya.
Akhirnya, ia mengikuti keinginan ibunya dan memulai kehidupan barunya sebagai siswa di New York. Di sana, ia berusaha untuk mengatasi trauma dari masa lalunya sekaligus berjuang untuk beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman barunya.
Namun, tinggal di New York ternyata menjadi awal dari konflik yang semakin intens di film ini. Bagaimana kelanjutannya? Simak selengkapnya di sini!
Advertisement
Konflik utama dalam film ini menggambarkan pertarungan antara Li Fong, yang berperan sebagai protagonis, dan Connor Day (diperankan oleh Aramis Knight) sebagai antagonis. Cerita menjadi semakin rumit karena Mia (Sadie Stanley), gadis asal New York yang disukai Li Fong, merupakan mantan kekasih Connor Day.
Ketidakpuasan Connor terhadap kedekatan Li Fong dan Mia memicu kemarahan yang mendalam. Dalam salah satu adegan, teman-teman Connor menyerang Li Fong di kereta bawah tanah, memperlihatkan ketegangan yang semakin meningkat. Selain itu, Connor dan Li Fong juga terlibat duel di sekolah, di mana Connor berhasil keluar sebagai pemenang.
Di sisi lain, terungkap ayah Mia, Victor Lipani (Joshua Jackson), memiliki utang kepada seorang rentenir. Sayangnya, rentenir tersebut memerintahkan Connor Day untuk menghabisi Victor, yang juga merupakan mantan petinju, serta Li Fong melalui berbagai ajang pertarungan di New York.
Sebelumnya, Victor Lipani yang telah pensiun dari dunia pertarungan membuka sebuah toko pizza. Ia pernah berlatih dengan Li Fong untuk berduel, namun sayangnya, pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan bagi Victor.
Dalam upaya untuk membantu Victor melunasi utangnya, Li Fong memutuskan untuk ikut serta dalam pertarungan bergengsi di New York yang dikenal dengan nama Five Boroughs. Dengan hadiah puluhan ribu dollar yang dijanjikannya, Li Fong bertekad untuk memberikan uang tersebut kepada Victor agar bisa melunasi utangnya kepada rentenir.
Namun, tantangan besar menantinya, karena ia harus menghadapi Connor Day yang mendapat dukungan dari rentenir dalam pertandingan final.
Advertisement
Dalam film ini, Jackie Chan dan Ralph Macchio kembali memerankan karakter-karakter ikonik mereka. Jackie Chan berperan sebagai Tuan Han, sementara Ralph Macchio memainkan sosok Daniel LaRusso, yang merupakan murid dari Tuan Miyagi, seorang master karate yang terkenal.
Awalnya, Tuan Han meminta Daniel LaRusso untuk mengajarkan karate kepada Li Fong. Namun, Daniel tidak langsung menerima permintaan tersebut. Seiring berjalannya waktu, saat Li Fong berlatih di bawah bimbingan Tuan Han, Daniel akhirnya muncul sebagai tanda kesediaannya untuk memenuhi permintaan Tuan Han.
Tuan Han adalah seorang guru kung fu yang sangat dihormati di Tiongkok. Di sisi lain, Daniel LaRusso adalah murid dari Tuan Miyagi, yang dikenal sebagai sensei Miyagi dan menguasai karate, sebuah seni bela diri yang berasal dari Jepang.
Advertisement
Li Fong berupaya menyerap pengetahuan dari kedua gurunya. Ia memadukan jurus-jurus yang diajarkan oleh shifu (guru) menjadi serangan yang mematikan demi melumpuhkan lawan-lawan, termasuk Connor Day.
Kerjasama antara Tuan Han dan Daniel LaRusso dalam film ini sangat menarik untuk diperhatikan. Mereka berperan sebagai mentor bagi Li Fong yang berlaga di Turnamen Five Boroughs, sehingga keduanya dapat berkolaborasi dengan baik meski memiliki pandangan yang berbeda akibat cabang ilmu bela diri yang berbeda.
Walaupun fokus utama dari film ini adalah perjuangan Li Fong dalam membangun kehidupan baru di New York, kehadiran dua tokoh ikonik dari waralaba Karate Kid ini menambah kedalaman cerita. Tuan Han dan Daniel LaRusso tidak hanya berfungsi sebagai pendukung, tetapi juga tetap berperan sebagai karakter utama meskipun tidak selalu tampil dominan dalam film.
Advertisement
Film ini memiliki durasi sekitar 1,5 jam, yang menampilkan dua sisi berbeda. Di satu sisi, durasi yang singkat memungkinkan konflik dan alur cerita disampaikan secara langsung.
Namun di sisi lain, hal ini mengurangi kesempatan untuk pengembangan karakter secara emosional. Kehadiran LaRusso di bagian akhir film terasa kurang memuaskan, meskipun karakternya sangat kuat dan berkesan.
Koreografi pertarungan dalam film ini disajikan dengan sangat baik. Semua penonton di bioskop dapat merasakan ketegangan yang terjadi dalam setiap adegan pertarungan antar karakter. Meskipun ada beberapa elemen komedi yang disisipkan di tengah aksi laga, hal tersebut tampaknya tidak efektif dalam menciptakan suasana yang lebih ringan, mengingat intensitas pertarungan yang tinggi dan berlangsung tanpa henti.
Advertisement
Bagi yang menikmati kejutan di akhir film, sebaiknya turunkan ekspektasi Anda. Alur cerita film ini cukup klise dan mudah ditebak, mengisahkan seorang remaja yang diremehkan, berjuang untuk bangkit, dan menghadapi pertarungan penentuan di akhir cerita.
Sebelum final pertandingan, ibu Li Fong yang awalnya menolak anaknya untuk bertarung, akhirnya berubah pikiran dan memberikan dukungan. Ia menyaksikan pertandingan final Five Boroughs melawan Connor Day di atas gedung pencakar langit, bersama banyak penonton lainnya.
Meskipun alurnya terbilang konvensional, film ini tetap menawarkan cerita yang logis dan dapat dinikmati berbagai kalangan. Dari hasil pantauan KapanLagi.com, saat pemutaran film, banyak orangtua dan orang dewasa yang membawa anak-anak mereka untuk menyaksikan aksi Li Fong dan teman-temannya.
Film ini memperoleh rating PG-13 atau Parental Guide Under 13, sehingga diharapkan orangtua dapat mendampingi dan menjelaskan kepada anak-anak mereka mengenai beberapa adegan dalam film KARATE KID: LEGENDS yang mungkin tidak sesuai untuk anak di bawah usia 13 tahun.
Advertisement
Saat artikel ini ditulis, film KARATE KID: LEGENDS baru saja dirilis dan sedang tayang di berbagai bioskop di Indonesia. Bagi yang belum menyaksikannya, film ini merupakan salah satu rekomendasi untuk genre aksi yang patut ditonton. Para orang tua yang memiliki anak kecil hingga remaja juga bisa mengajak mereka menonton, tentunya dengan pengawasan yang diperlukan.