Promo Film Terbaru, Jackie Chan Sapa Penggemar Indonesia: 'Assalamualaikum..'
Dalam sebuah talkshow bersama KapanLagi.com Jackie Chan langsung menyapa penggemarnya dengan mengucapkan salam yang biasa dipakai umat muslim di Tanah Air.
Aktor laga Jackie Chan kembali muncul di layar kaca mempromosikan film terbarunya 'Karate Kid: Legends'. Dalam sebuah talkshow bersama KapanLagi.com Jackie Chan langsung menyapa penggemarnya dengan mengucapkan salam yang biasa dipakai umat muslim di Tanah Air.
"Halo Mahardi. Assalamualaikum," kata Jackie Chan sambil tersenyum dan melambaikan tangan menyapa secara virtual, dikutip dari Yotube KapanLagiDotCom, Jumat (30/5).
Pada sesi talkshow tersebut Jackie Chan tidak sendirian, ada 2 aktor utama dalam film Karate Kid: Legends yakni Ben Wang dan Ralph Macchio. Dalam kesempatan tersebut mereka berbagi cerita tentang proses syuting film terbarunya itu.
Latihan Bahasa Inggris
Menariknya, Jackie Chan mengaku tak perlu melakukan latihan khusus untuk adegan aksi. Mengingat aksi berbahaya tersebut sudah jadi makanan sehari-hari.
"Aku enggak perlu latihan lagi seumur hidupku," kata Jackie sambil tertawa.
Sebaliknya, Jackie Chan fokus belajar bahasa Inggris. Mengingat film terbarunya ini berlatar di Amerika Serikat.
"Aku hanya perlu berlatih bahasa Inggris di lokasi syuting," kata Jackie.
Baginya latihan terberatnya di proyek film Karate Kid Legends ini belajar bahasa Inggris.
"Mereka mengajariku, misal aku salah kata mereka terus memolesku. Buatku bahasa Inggris ini latihan," katanya sambil tertawa.
Sinopsis Karate Kid: Legends
Film Karate Kid: Legends menceritakan kisah Li Fong, seorang remaja dari Beijing, China yang berlatih bela diri untuk berpartisipasi dalam sebuah turnamen. Di bawah bimbingan dari Mr. Han (Jackie Chan), Li menjalani pelatihan yang sangat intensif.
Namun, seiring bertambahnya usia, Mr. Han merasa kurang mampu untuk melanjutkan pelatihan tersebut dan akhirnya meminta bantuan kepada Daniel LaRusso (Ralph Macchio), mantan murid Mr. Miyagi.
Selain menampilkan aksi bela diri, cerita ini juga mengandung elemen drama keluarga yang mendalam.
Li Fong harus menghadapi kenangan pahit masa lalunya, terutama karena ditinggalkan oleh ibunya yang pergi ke Amerika untuk mengejar cita-citanya sebagai dokter. Melalui turnamen bela diri ini, Li berharap dapat mempertemukan kembali keluarganya yang telah terpisah dalam waktu yang lama.