Trump Peringatkan Netanyahu Jangan Serang Iran, Ini Alasannya
Peringatan tersebut disampaikan Trump melalui telepon.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengungkapkan dia berbicara dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pekan lalu dan menyatakan dirinya meminta agar negara Zionis tersebut jangan menyerang Iran. Trump mengatakan kepada penjahat perang tersebut, "tidak pantas" Israel mengebom fasilitas nuklir Iran.
"Saya ingin jujur, ya, saya melakukannya," kata Trump kepada seorang reporter yang bertanya apakah ia memperingatkan Netanyahu agar tidak mengambil tindakan yang dapat menggagalkan perundingan nuklir dengan Iran, seperti dikutip dari Middle East Eye, Jumat (30/5).
"Itu bukan peringatan," imbuhnya.
"Saya bilang, 'Saya rasa itu tidak pantas'... Kami berdiskusi dengan mereka dengan sangat baik."
AS, lanjut Trump, "dapat mengambil apa pun yang kita inginkan, kita dapat meledakkan apa pun yang kita inginkan," selama tidak ada yang terbunuh di Iran.
"Kita dapat meledakkan laboratorium, tetapi tidak akan ada seorang pun di laboratorium itu, sebaliknya semua orang berada di laboratorium dan meledakkannya. Benar? Ada dua cara untuk melakukannya," jelasnya.
"Saya katakan kepada (Netanyahu) bahwa ini tidak pantas dilakukan sekarang karena kita sudah sangat dekat dengan solusinya. Sekarang, itu bisa berubah kapan saja, dan berubah hanya dengan panggilan telepon, tetapi sekarang saya pikir mereka ingin membuat kesepakatan. Dan jika kita bisa membuat kesepakatan, (kita bisa) menyelamatkan banyak nyawa."
AS dan Iran terlibat dalam perundingan untuk membuat perjanjian yang dirancang untuk mengekang pengembangan energi nuklir Iran dengan imbalan pelonggaran sanksi AS. Kunci perundingan tersebut adalah seberapa banyak pengayaan uranium yang dapat dilakukan Iran, jika memang ada.
Kedua belah pihak ingin mengganti Rencana Aksi Komprehensif Bersama, yang umumnya dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran 2015 yang dinegosiasikan Barack Obama yang ditarik Trump pada tahun 2018. Dalam kesepakatan itu, Iran dibatasi pada pengayaan uranium 3,67 persen, cukup untuk tenaga nuklir sipil dan penelitian.
Pada Rabu, Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi putaran kelima perundingan antara kedua pihak berlangsung di Roma pada Jumat, yang diselenggarakan oleh kedutaan besar Oman di sana. Utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, hadir selama sekitar dua setengah jam, menurut laporan Associated Press (AP).