Rudal Rusia, Masihkah yang Paling Canggih di Dunia?
Di tengah perang Iran versus Israel yang mengerahkan berbagai jenis rudal, bagaimana dengan keberadaan rudal Rusia?
Dalam perang dengan Israel saat ini, Iran sudah memamerkan kekuatan rudal-rudal jarak jauhnya yang mampu menghantam Tel Aviv dan berbagai wilayah di Israel. Selain Iran dan Korea Utara, Rusia juga tidak kalah dalam pengembangan rudal militer andalannya.
Baru pada Juli tahun lalu Rusia kembali menguji coba rudal antarbenua Yars. Bahkan Rusia sudah dua kali menggelar militer dengan melibatkan Yars, rudal 'maut' antarbenua dengan hulu ledak nuklir.
Pasukan Rusia waktu itu menggelar latihan militer yang melibatkan rudal balistik antarbenua Yars di Republik Mari El, Rusia. Ini menjadi latihan militer kedua dengan melibatkan rudal 'maut' Rusia dalam waktu kurang dari sebulan.
Spesifikasi
Awak peluncur rudal di lembah Sungai Volga, sekitar 700 kilometer di timur Moskow, bergerak sejauh 100 kilometer dan berlatih kamuflase dan penyebaran. Demikian laporan kantor berita Interfax, sebagaimana dilansir Reuters.
Rudal RS-24 Yars adalah rudal balistik antarbenua (ICBM) Rusia dengan spesifikasi berikut:
Jangkauan: Hingga 11.000-12.000 kilometer, memungkinkan menjangkau target strategis global.
Hulu Ledak: Dilengkapi Multiple Independently Targetable Reentry Vehicles (MIRV), mampu membawa 6-10 hulu ledak nuklir independen, dengan daya ledak masing-masing 100-300 kiloton.
Bahan Bakar: Menggunakan bahan bakar padat, memungkinkan peluncuran cepat dan efisien.
Kecepatan: Melebihi Mach 20 (sekitar 24.500 km/jam), menjadikannya sangat sulit diintersepsi.
Berat Peluncuran: Sekitar 47.200 kg.
Panjang: Sekitar 22,5 meter.
Diameter: Sekitar 2 meter.
Mode Peluncuran: Tersedia dalam versi mobile (dengan peluncur bergerak berbasis truk) dan berbasis silo, meningkatkan kelincahan dan keamanan.
Akurasi: Circular Error Probable (CEP) diperkirakan sekitar 150-200 meter, cukup presisi untuk senjata strategis.
Pengembangan: Dikembangkan oleh Moscow Institute of Thermal Technology, mulai operasional pada 2010 sebagai pengganti Topol-M.
Rudal ini dirancang untuk menembus sistem pertahanan rudal musuh dan menjadi bagian penting dari kekuatan nuklir Rusia.
Rudal tercanggih di dunia
Sebelum rudal Yars, pada 2002 lalu Rusia juga menguji coba rudal "tercanggih di dunia". yaitu rudal balistik antarbenua (ICBM) terbaru, Sarmat, yang bisa memuat hulu ledak nuklir dan melaju dengan kecepatan hipersonik. Rudal ini juga dikatakan mampu menghindari sistem pertahanan mana pun di dunia ini.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan rudal ini bisa membuat musuh Rusia berpikir dua kali sebelum mengancam Negeri Beruang Merah.
Kala itu Putin terlihat menyaksikan uji coba peluncuran itu melalui televisi. Rudal tersebut diluncurkan dari Plesetsk, sebelah barat laut Rusia dan mengenai target di Semenanjung Kamchatka di sebelah timur jauh.
"Rudal terbaru ini memiliki kemampuan teknis dan taktis tertinggi dan mampu mengatasi setiap sistem pertahanan antirudal modern. Rudal ini tiada bandingan di dunia dan tidak akan ada bandingannya dalam waktu lama," ujar Putin, seperti dilansir laman Al Arabiya, Kamis (21/4).
"Senjata yang sangat unik ini akan memperkuat angkatan bersenjata kita, menjadi andalan untuk memastikan keamanan Rusia dari ancaman luar dan membungkam mereka yang dengan retorika agresifnya ingin mengancam negara kita," kata Putin.
Menurut Badan Penelitian Kongres Amerika Serikat, rudal Sarmat Rusia itu diperkirakan mampu membawa 10 atau lebih hulu ledak.
Meski uji coba itu berhasil, rudal baru itu belum siap digunakan. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan peluncuran rudal Sarmat kemarin adalah yang pertama dan rudal itu akan masuk dalam jajaran persenjataan Rusia jika sudah merampungkan seluruh program uji coba.
Spesifikasi rudal RS-28 Sarmat
Berikut spesifikasi rudal RS-28 Sarmat berdasarkan informasi yang tersedia:
Jangkauan: Hingga 18.000 kilometer, memungkinkan menjangkau target di hampir seluruh dunia, termasuk melalui Kutub Utara atau Selatan.
Hulu Ledak: Mampu membawa hingga 10-16 hulu ledak nuklir Multiple Independently Targetable Reentry Vehicles (MIRV), dengan daya ledak masing-masing hingga 750 kiloton, atau kombinasi hulu ledak dan kendaraan luncur hipersonik Avangard.
Bahan Bakar: Menggunakan bahan bakar cair, dengan desain tiga tahap.
Kecepatan: Mencapai kecepatan hipersonik, diperkirakan lebih dari Mach 20 (sekitar 24.500 km/jam), sulit diintersepsi oleh sistem pertahanan.
Berat Peluncuran: Sekitar 208,1 ton.
Panjang: 35,3 meter.
Diameter: 3 meter.
Mode Peluncuran: Berbasis silo bawah tanah, dengan fase dorong awal singkat untuk mengurangi pelacakan oleh satelit.
Muatan: Dapat mengangkut hingga 10 ton payload, termasuk hulu ledak dan countermeasures anti-rudal.
Pengembangan: Dikembangkan sejak 2000-an oleh Makeyev Design Bureau untuk menggantikan rudal SS-18 Satan, mulai operasional pada 2023.
Rudal ini dirancang untuk menembus sistem pertahanan rudal modern dan menjadi salah satu senjata strategis terkuat Rusia.