Pesepak Bola Mesut Ozil Terjun ke Dunia Politik, Gabung Partai Erdogan
Pesepakbola keturunan Jerman-Turki ini telah menjalin hubungan dekat dengan Erdogan selama beberapa tahun.
Mantan pemain Real Madrid, Mesut Ozil, terjun ke dunia politik Turki. Ozil bergabung dengan partai penguasa, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP).
Ozil bergabung ke dalam keputusan pusat dan komite eksekutif AKP pada kongres di Ankara pada Minggu (23/2), di mana Presiden Recep Tayyip Erdogan terpilih kembali sebagai ketua partai untuk kesembilan kalinya. Demikian dikutip dari Middle East Eye, Selasa (25/2).
Pesepakbola keturunan Jerman-Turki ini telah menjalin hubungan dekat dengan Erdogan selama beberapa tahun. Pada tahun 2019, Erdogan menjadi pendamping pengantin di pernikahan Ozil dengan mantan Miss Turki Amine Gulse.
Selain pernah bermain untuk Real Madrid, Ozil juga pernah menjadi pemain Arsenal dan Fenerbahce, di antara klub-klub lainnya, memenangkan gelar La Liga Spanyol dan empat trofi Piala FA Inggris. Dia bermain 92 kali untuk tim nasional Jerman, memenangkan Piala Dunia pada tahun 2014, dan memenangkan rekor pemain terbaik tim nasional Jerman sebanyak lima kali.
Namun, hubungannya dengan tim nasional memburuk setelah Piala Dunia 2018, ketika Ozil pensiun dari sepak bola internasional, menuduh media Jerman dan asosiasi sepak bola, DFB, telah melakukan diskriminasi rasial terhadapnya.
“Saya orang Jerman ketika kami menang, seorang imigran ketika kami kalah,” ujarnya saat itu.
Hal ini terjadi beberapa minggu setelah Ozil dan pemain Manchester City Ilkay Gundogan, pemain internasional Jerman lainnya keturunan Turki, dikritik di Jerman setelah fotonya muncul saat bertemu Erdogan.
“Pekerjaan saya adalah pemain sepak bola dan bukan politisi, dan pertemuan kami bukanlah untuk mendukung kebijakan apa pun,” kata Ozil saat itu.
"Perlakuan yang saya terima dari DFB dan banyak lainnya membuat saya tidak ingin lagi mengenakan seragam timnas Jerman. Saya merasa tidak diinginkan dan berpikir apa yang telah saya capai sejak debut internasional saya pada tahun 2009 telah dilupakan."
Sejak itu, Ozil kerap bersuara terkait berbagai isu politik dan hak asasi manusia.
Dia secara terbuka mengecam tindakan keras China terhadap Muslim Uighur pada Desember 2019, yang membuat marah pemerintah China. Dia juga kerap bersuara mendukung hak-hak Palestina dan menentang penjajahan Israel.