PBB : Tidak Ada Bukti Hamas Menjarah Bantuan Kemanusiaan Gaza
Badan PBB mengatakan tidak ada bukti Hamas menjarah bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza.
Badan PBB Program Pangan Dunia (WFP) menyatakan tidak menemukan bukti apa pun bahwa Hamas berada di balik penjarahan bantuan kemanusiaan yang memasuki Jalur Gaza.
“Tidak, sama sekali tidak,” kata Direktur Eksekutif WFP, Cindy McCain kepada kantor berita CBS, seperti dikutip dari Quds News Network, Senin (26/5).
Pernyataan tersebut merupakan tanggapan McCain atas tuduhan Israel bahwa Hamas menjarah 15 truk WFP pada Jumat (23/5) saat mereka memasuki Gaza selatan dalam perjalanan menuju toko roti.
“Dengar, orang-orang ini putus asa. Ketika melihat truk WFP datang, mereka langsung berlari mendekatinya.
Strategi perang Israel
“Ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan Hamas atau organisasi apa pun. Ini hanya berkaitan dengan fakta bahwa orang-orang di sana mati kelaparan. Karena itu, kami akan terus mengirim bantuan.”
Pada hari tersebut, satuan unit polisi yang tengah mengawal truk-truk itu sempat menghadapi sekelompok penjarah. Saat petugas mencoba menghentikan kekacauan, pesawat tempur Israel meluncurkan delapan rudal berturut-turut ke lokasi itu. Akibatnya, enam petugas tewas dan 20 orang lainnya luka-luka. Konvoi itu sedang dalam perjalanan menuju gudang WFP di Deir al-Balah.
Para pejabat di Gaza menekankan bahwa Israel secara sistematis menargetkan konvoi bantuan dan memblokir pasukan medis. Mereka mengatakan ini adalah bagian dari strategi bantuan dan memblokir pasukan medis. Kelaparan dan kekacauan merupakan bagian dari strategi perang mereka di Gaza.
Hanya 100 truk
Pada 2 Maret, Israel mengumumkan penutupan penyeberangan utama Gaza, memutus pasokan makanan, medis, dan bantuan kemanusiaan.
Israel menuduh Hamas mencuri bantuan yang seharusnya diberikan kepada warga sipil. Hamas menolak tuduhan tersebut, mereka mengatakan bahwa sejumlah anggotanya sendiri kini telah terbunuh saat mengamankan truk dari penjarah bersenjata yang dilindungi pasukan Israel.
Sementara itu, laporan dari Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) memperingatkan bahwa hampir seperempat penduduk sipil akan menghadapi tingkat kerawanan pangan ekstrem (Fase Lima IPC) dalam beberapa bulan mendatang.
Israel mengumumkan pada pekan lalu mereka mengizinkan masuknya truk bantuan yang sangat terbatas setelah 80 hari blokade total dan kelaparan.
Menanggapi pasokan bantuan yang sangat terbatas, McCain menyatakan, “Ini hanyalah setetes air dalam ember. Kami memiliki 50.000 orang di dalam Gaza yang sangat rawan pangan dan bisa berada di ambang kelaparan jika kami tidak membantu mereka keluar dari keadaan ini.“Selama gencatan senjata, kami mendapatkan 600 truk sehari. Saat ini, kami mungkin hanya mendapatkan seratus.”
Reporter Magang: Devina Faliza Rey