Program Pangan Dunia PBB (World Food Programme / WFP) mengatakan hanya 700 truk bantuan kemanusiaan yang memasuki Gaza. Jumlah itu setara dengan jumlah per hari truk yang masuk selama gencatan senjata pada awal tahun ini.
WFP mengatakan volume itu terlalu kecil untuk memenuhi kebutuhan 2,2 juta penduduk Gaza. Bantuan yang dikirim selama tiga pekan terakhir mencakup 11.000 ton makanan. Namun, hanya 6.000 ton yang benar-benar berhasil memasuki Gaza. Jumlah tersebut hanya cukup untuk memberi makan kurang dari 300.000 penduduk selama sebulan.
Sebelum blokade penuh Israel, 600 hingga 700 truk memasuki Gaza setiap hari. WFP menegaskan bahwa bantuan yang ada saat ini tidak cukup untuk mencegah kelaparan.
Advertisement
Geng penjarah
“Setelah hampir 80 hari blokade bantuan total, ketakutan akan kelaparan tetap tinggi,” tegas WFP dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Quds News Network pada Kamis (12/6).
Menurut badan tersebut, penundaan dan penolakan izin pergerakan karena operasi militer Israel yang meluas menghalangi sebagian besar makanan dan bantuan. Di dalam Gaza, rusaknya hukum ketertiban juga membahayakan pengiriman. Geng bersenjata penjarah yang didukung oleh Israel tidak hanya menjarah bantuan itu, melainkan juga melukai pengemudi dan merusak kendaraan.
WFP mendesak Israel untuk memperbaiki kondisi konvoi bantuan. Hal tersebut termasuk membuka lebih banyak penyeberangan menyetujui pergerakan lebih cepat, dan menjamin rute yang aman bagi pengemudi dan truk.
Advertisement
140.000 metrik ton
“Kita perlu menjangkau keluarga secara konsisten, adil, dan aman di mana pun mereka berada di Gaza,” kata badan tersebut.
WFP saat ini memiliki lebih dari 140.000 metrik ton makanan, baik di dalam maupun dalam perjalanan ke Gaza. Jumlah itu cukup untuk memberi makanan kepada seluruh penduduk Gaza selama dua bulan. Namun tanpa akses yang diberikan Israel, makanan tidak dapat masuk.
Badan tersebut mengatakan bahwa pengiriman makanan selama gencatan senjata terakhir dapat membantu kelaparan.
“Kita bisa melakukannya lagi,” tegas WFP, seraya menyerukan gencatan senjata baru yang mendesak untuk menyelamatkan nyawa penduduk Palestina di Gaza.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey