Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah menyampaikan anggaran penanggulangan bencana pada 2027 meningkat dibandingkan 2026. Besaran anggaran naik dari Rp 494 miliar menjadi Rp 1,1 triliun.
Ia memerinci komponen alokasi yang disiapkan pemerintah untuk tahun anggaran tersebut. "Di 2026 Rp 494 miliar, sekarang Rp 1,1 triliun. Di dalamnya termasuk dana on call, dana siap pakai Rp 256 miliar. Kemudian ada dana on call, DSP Dana Siap Pakai Rp 5 triliun, masih ada dana pooling insurance kebencanaan Rp 14 triliun," tutur Said di Gedung DPR, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Menurut dia, kebutuhan anggaran juga mencakup rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera dan Aceh. "Belum rehab-rekon untuk Sumatera, Aceh, ada Rp 10 triliun," jelas dia.
Said menegaskan kenaikan anggaran penanggulangan bencana tahun depan tergolong besar. "Besar sekali, tinggi sekali bukan besar sekali," kata Said.
Advertisement
Said Abdullah: Karhutla Sudah Jadi Masalah Nasional
Selain soal anggaran, Said juga menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dampaknya dirasakan lintas negara. "Karhutla ini menjadi masalah bukan hanya masalah publik tapi sudah menjadi masalah nasional, bahkan negara tetangga juga tidak nyaman," ujarnya.
Ia mendorong langkah cepat penanganan dan menyebut bantuan dari sejumlah negara telah masuk. "Kami hanya mengimbau agar secepatnya lah mengambil langkah-langkah apa yang bisa dilakukan, bahkan bantuan dari berbagai negara khususnya Jepang sudah masuk, supaya kita ini dinilai oleh negara lain bahwa jangan sampai itu dianggap ritual tahunan oleh negara tetangga kita dan terutama dampaknya bagi masyarakat kita," Said menandaskan.