Layani 6.000 Jemaah Haji, Tukang Cukur di Mina Kantongi Rp1,5 miliar dalam Sehari
Di sebuah tempat pangkas rambut yang ditujukan untuk haji di Saudi, para pemangkas rambut dapat mencukur ribuan kepala setiap harinya.
Di dekat kota suci Makkah, para pria yang mengenakan jubah putih berdiri dengan tenang dalam antrean panjang, menunggu momen penting dalam ibadah haji mereka: pemotongan rambut. Proses mencukur atau memotong rambut ini dilakukan menjelang akhir pelaksanaan haji, menandai saat ketika para jemaah haji dapat mengganti pakaian Ihram, simbol kesucian dan pengabdian mereka.
Barbershop atau tempat pangkas rambut yang terletak strategis di kompleks Jamarat di Mina, lokasi di mana ritual "rajam setan" dilaksanakan pada Jumat (6/6), dibuka khusus untuk mendukung ritual tahunan haji dan menghasilkan keuntungan yang signifikan. Pada hari ketiga pelaksanaan haji, yang bertepatan dengan perayaan besar Iduladha, para tukang cukur biasanya melayani sekitar 6.000 pelanggan, seperti yang disampaikan oleh manajer Imad Fawzi, seorang pejabat yang bekerja untuk organisasi haji, seperti dikutip dari AFP pada Minggu (8/6).
Di dalam barbershop, para pria yang mengenakan celemek plastik memegang alat cukur listrik dan pisau cukur tajam, melakukan pemotongan rambut dalam jumlah besar dengan tarif 60 riyal atau sekitar Rp260.00 per kepala. Dengan estimasi 6.000 pelanggan dikali Rp260.000 per pelanggan, mereka diperkirakan dapat meraih keuntungan mencapai Rp1,5 miliar dalam sehari. Med, seorang tukang cukur berusia 28 tahun asal Mesir, merasa puas dengan pekerjaannya.
"Ini adalah pekerjaan yang sangat sederhana, tetapi memberikan kebahagiaan yang besar bagi kami," ujarnya.
"Kami senang dapat melayani para peziarah dan bekerja di tempat suci," tambahnya.
Fawzi, yang dibesarkan di Makkah, mengaku sebagai "anak haji".
"Saya sudah terlibat dalam kegiatan haji sejak usia tujuh tahun," ungkapnya.
Buka Sekali Setahun
Tempat potong rambut yang hanya buka setahun sekali bukanlah satu-satunya pilihan untuk mendapatkan potongan rambut. Di beberapa area Makkah dan sekitar dataran Mina, lokasi-lokasi ini menjadi tempat pangkas rambut yang ramai selama pelaksanaan haji.
Setelah meninggalkan Jamarat, seorang pria dari Asia Tenggara terlihat mengeluarkan pisau cukur dan mulai mencukur bagian belakang kepalanya sambil melangkah maju. Di ujung jalan yang sama, sekelompok pria asal Afrika terlihat saling bercukur menggunakan clippers.
Suasana di Makkah sangat hidup, di mana jalan-jalan dipenuhi dengan berbagai tempat pangkas rambut yang beroperasi. Sementara para pria melaksanakan proses mencukur rambut, para wanita lebih memilih untuk memangkas rambut mereka hingga sepanjang ujung jari.
Pada tahun 2025, sekitar 1,6 juta jemaah haji berkumpul di dalam dan sekitar Makkah, kota suci bagi umat Islam, untuk melaksanakan ibadah haji yang merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu setidaknya sekali seumur hidup.
Tradisi dalam Perjalanan Spiritual
Di luar tempat potong rambut Jamarat, Hani Abdel Samih merasa perlu segera mengganti pakaiannya setelah mengenakan kain yang sama selama tiga hari terakhir.
"Merajam setan di Jamarat membutuhkan usaha yang besar dan kami telah mengenakan pakaian ini sepanjang hari," ujarnya.
"Kami ingin berganti ke pakaian sehari-hari agar lebih nyaman, jadi kami mencari tempat potong rambut terdekat setelah Jamarat," tambah pria asal Mesir tersebut.
Meskipun demikian, wajahnya tampak bersinar penuh kebahagiaan. Ia mengungkapkan bahwa ia tidak keberatan menunggu untuk mendapatkan potongan rambut yang memiliki makna penting dalam perjalanan spiritualnya.
"Tentu saja saya gembira! Karena ini adalah Sunnah dari Nabi," katanya, merujuk pada ajaran Nabi Muhammad SAW.
"Kami menyukai (ritual ini) dan kami tidak bisa melanggarnya."
Ibadah haji merupakan perjalanan yang mengikuti jejak ziarah terakhir Nabi, dengan melaksanakan ritual di Masjidil Haram Makkah dan Gunung Arafat sebelum melakukan "melempari batu kepada setan" — yaitu melempar kerikil ke tiga dinding besar di Jamarat.