Kerap Ajak Pemukim Serang Warga Palestina, Perempuan Israel Ini Diusulkan Raih Nobel Perdamaian
Nominasi ini diusulkan dua akademisi terkemuka Israel.
Israel menominasikan Daniella Weiss sebagai calon penerima Nobel Perdamaian 2025. Weiss dikenal sebagai ketua pemukim Yahudi ekstremis karena mendorong pencaplokan Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza.
Nominasi ini diusulkan dua akademisi terkemuka Israel yaitu Profesor Amos Azaria dari Universitas Ariel dan Profesor Shalom Sadik dari Universitas Ben-Gurion. Dua akademisi ini mengklaim upaya Weiss selama beberapa dekade dalam memperkuat komunitas Yahudi dan mempromosikan stabilitas regional telah berkontribusi pada pengurangan kekerasan di Tepi Barat, seperti dikutip dari laman Press TV, Rabu (12/3).
“Aktivitas Weiss memperkuat keamanan dan stabilitas, dan sebagai hasilnya, berkontribusi dalam mengurangi pertumpahan darah di wilayah tersebut,” demikian pernyataan dua akademisi tersebut dalam surat yang dikirim ke Komite Nobel.
Menurut mereka, pembangunan pemukiman Yahudi yang dipimpin oleh Weiss dianggap telah mencegah kekerasan dan meningkatkan keamanan, sehingga menghasilkan jumlah korban jiwa yang jauh lebih rendah di Tepi Barat dibandingkan dengan Gaza.
Permukiman Israel di Tepi Barat dianggap ilegal oleh sebagian besar masyarakat internasional, dan PBB telah meminta Tel Aviv untuk mengakhiri pendudukannya yang melanggar hukum di wilayah Palestina.
Weiss (79) adalah pemimpin organisasi pemukiman radikal Nachala yang menyerukan aneksasi penuh Tepi Barat dan Jalur Gaza. Retorika yang dikeluarkannya sering kali dianggap menghasut, dan banyak yang mengaitkan pernyataannya dengan meningkatnya serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina.
Selama genosida Israel di Gaza, Weiss mengorganisasikan perjalanan pemukim untuk menyaksikan pengeboman dan bersumpah untuk membangun permukiman khusus Yahudi setelah warga Palestina diusir dari wilayah tersebut, seperti dikutip dari Quds News Network.
Sejumlah pihak menilai pencalonan Weiss untuk Nobel Perdamaian sangat tidak pantas dan bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung oleh penghargaan tersebut.
Ada 338 kandidat yang dinominasikan untuk Nobel Perdamaian tahun 2025, yang terdiri dari 244 individu dan 94 organisasi. Pemenang akan diumumkan pada Oktober, dan upacara penyerahan penghargaan akan dilaksanakan pada 10 Desember di Oslo, Norwegia.