Seorang tentara wanita Israel berdebat dengan seorang netizen pro Palestina usai mengaku membunuh empat anak-anak Palestina. Mengutip dari akun X @real1maria, wanita cantik itu tampak tak memiliki penyesalan usai membunuh anak-anak.
"Israel membunuh anak-anak, wanita," ucap netizen pro Palestina.
"Wah, aku hanya membunuh empat. Hanya empat! Hanya empat! Hanya!" kata wanita itu.
Netizen pria itu mempertanyakan sikap tak bersalah wanita itu. Bahkan ia seakan tak peduli dengan nyawa seorang manusia dengan menyebut 'hanya'.
"Membunuh empat orang Palestina? Hanya empat, Bung," ucap tentara wanita IDF itu lagi.
Bukan sebuah penyesalan dan rasa iba, wanita itu justru bertekad menambah jumlah korban dengan membunuh yang kelima suatu hari nanti.
"Jika aku membunuh lima, kau tahu, lima lebih banyak. Katakan saja empat. Mungkin suatu hari, tapi tidak hari ini," tambahnya.
Tentara wanita itu bahkan meledek pria itu dengan candaan 'memanggang' gadis yang telah ia bunuh dan mencampurnya dengan anak laki-laki.
"Aku memanggang gadis yang kubunuh. Dan aku ingin mencampurnya," kata wanita itu.
We don't hate them enough pic.twitter.com/W7FiuxKOXw
— Maria (@real1maria) July 7, 2025
Advertisement
50 Ribu Anak Gaza Tewas dan Terluka Diserang Israel
Laporan dari UNICEF pada 27 Mei 2025 lalu menyebut lebih dari 50 ribu anak-anak di Gaza dilaporkan tewas dan terluka akibat serangan Israel.
Sejak berakhirnya gencatan senjata pada 18 Maret, 1.309 anak dilaporkan tewas dan 3.738 terluka. Jumlah itu juga terus bertambah hingga sekarang termasuk korban yang diserang tak terduga saat mengantre bantuan kemanusiaan.
Secara total, lebih dari 50.000 anak dilaporkan tewas atau terluka sejak Oktober 2023.
Selain karena serangan militer, anak-anak Palestina juga tewas lantaran menjadi korban gizi buruk akut (malnutrisi) akibat blokade Israel menurut laporan setempat pada akhir bulan lalu.
Ada sekitar 66 anak Palestina yang meninggal dunia karena masalah gizi buruk tersebut.
Dikutip dari Anadolu, banyak wilayah yang kekurangan makanan, kebutuhan medis, hingga susu formula bayi karena Israel memperketat bantuan kemanusiaan dan bahan bakar untuk warga Gaza.
Laporan terbaru dari otoritas kesehatan di Gaza, terjadi peningkatan jumlah korban tewas dengan total 57.523 dan 136.617 orang lain terluka sejak konflik pecah pada 7 Oktober 2023.