Israel Kerahkan Buldoser Tumbangkan Ratusan Pohon Zaitun di Tepi Barat
Apa alasan di balik tindakan Israel yang menebang ratusan pohon di Tepi Barat, Palestina?
Pasukan Israel telah meratakan lahan pertanian dan menumbangkan ratusan pohon zaitun di desa Al-Mughayyir, yang terletak di timur laut Ramallah, Tepi Barat yang diduduki, menggunakan buldoser. Tindakan ini merupakan penggerebekan keempat yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir, dan menimbulkan kerusakan parah bagi para petani setempat, sebagaimana dilaporkan oleh New Arab pada Senin (25/8/2025).
Menurut informasi dari Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Palestina, tentara Israel telah mengeluarkan perintah militer yang mengizinkan penebangan pohon di lahan seluas hampir 300 ribu meter persegi dengan alasan keamanan. Kerusakan ribuan dunum tanah pertanian ini mengancam mata pencaharian warga yang sangat bergantung pada hasil panen zaitun.
Selain merusak lahan pertanian, tentara Israel juga melakukan penggerebekan terhadap rumah-rumah warga. Dalam aksi tersebut, mereka dilaporkan melakukan pemukulan, menahan anggota keluarga selama berjam-jam, serta menyita uang dan perhiasan emas. Masyarakat Tahanan Palestina menuduh bahwa pasukan Israel menerapkan "ancaman, intimidasi, dan teror sistematis," termasuk ancaman untuk menembak di tempat.
Meskipun pasukan Israel mundur pada hari Minggu (24/8), saksi mata melaporkan bahwa kendaraan militer dan buldoser Israel masih berada di sekitar desa. Selama operasi ini, sedikitnya 14 warga Palestina ditangkap, termasuk Amin Abu Aliya, kepala dewan desa.
Serangan menyebar ke daerah lain
Pasukan Israel tidak hanya menyerang Al-Mughayyir, tetapi juga melakukan serbuan di kota Betlehem, di mana mereka kembali menangkap seorang mantan tahanan Palestina di rumahnya. Dalam serangan tersebut, mereka menggunakan gas air mata dan granat kejut sebagai bagian dari aksi kekerasan yang semakin meluas.
Di wilayah lain, kekerasan yang dilakukan oleh pemukim Israel semakin meningkat. Di Lembah Yordan, para petani mengalami hambatan dalam mengolah tanah mereka. Sementara itu, di Hebron, seorang pria tua dan seorang petani muda diserang saat sedang memetik anggur. Di Masafer Yatta, penggunaan buldoser kembali terlihat untuk menghancurkan lahan milik warga Palestina. Di Yerikho, seorang pemukim dilaporkan menyita rumah milik warga setelah membobol dan mendudukinya secara paksa.