Hotel Ini Janjikan Hadiah Menarik untuk Pasangan yang Sukses Hamil Usai Menginap
Jaringan hotel tersebut memiliki misi unik, yaitu menawarkan program berhadiah bagi tamu yang berhasil hamil setelah menginap di hotel mereka.
Beragam strategi digunakan oleh hotel untuk menarik perhatian tamu. Salah satu contohnya adalah Hotel Arche di Polandia yang baru-baru ini meluncurkan program berhadiah bagi tamu yang berhasil hamil setelah menginap.
Hadiah yang ditawarkan mencakup perayaan gratis di ruang pertemuan atau restoran hotel, paket sambutan, serta kereta dorong bayi.
"Setiap pasangan yang hamil selama menginap di salah satu dari 23 Hotel Arche akan mendapatkan perayaan keluarga gratis seperti acara pembaptisan, baik di salah satu ruang pertemuan maupun di restoran kami," ungkap Wladyslaw Grochowski, pemilik jaringan hotel Arche, dalam wawancara dengan situs keuangan money.pl, seperti yang dilansir oleh CNN pada Selasa, (7/10).
Ia juga menambahkan bahwa beberapa cabang hotelnya dilengkapi dengan gereja yang dapat digunakan untuk prosesi baptis dan acara pernikahan, sementara cabang lainnya memiliki taman yang akan ditanami pohon setiap kali ada kelahiran.
Namun, perlu dicatat bahwa penawaran ini terbatas hanya untuk pasangan yang tinggal di Polandia dan salah satu dari mereka harus merupakan warga negara Polandia.
Upaya tingkatkan angka kelahiran
Grochowski menjelaskan bahwa tujuan diadakannya promosi tersebut adalah untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan angka kelahiran di Polandia.
Negara ini mengalami penurunan signifikan dalam angka kelahiran, dari 2,06 menjadi 1,2 anak per wanita pada tahun 2023.
Selain itu, pihaknya bukanlah yang pertama kali meluncurkan program serupa. Sebelumnya, pada tahun 2020, Hotel Zed di Kanada juga menawarkan akomodasi gratis bagi pasangan yang baru saja memiliki bayi, terutama pada Hari Valentine.
Penurunan angka kelahiran yang drastis telah mendorong banyak negara untuk merancang program yang dapat diakses oleh lebih banyak warganya.
Sebagai contoh, Italia melalui Institut Jaminan Sosial Nasional Italia memberikan tunjangan bebas pajak sebesar 1.000 euro atau sekitar Rp 19,2 juta per tahun 2025 kepada keluarga yang memiliki anak atau mengadopsi anak.
Tunjangan ini tidak hanya berlaku untuk warga negara Italia, tetapi juga untuk warga negara anggota Uni Eropa (UE) serta warga negara non-UE yang memiliki izin tinggal yang sah di Italia.
Proyeksi jumlah penduduk Jepang
Pada tahun 2018, pemerintah Italia mengumumkan program tanah gratis bagi setiap orang tua yang berhasil memiliki tiga anak antara tahun 2019 hingga 2021, seperti yang dikutip oleh NY Post.
Program ini memanfaatkan sebagian tanah milik negara sebagai insentif untuk lahan pertanian, sesuai dengan rancangan anggaran yang berlaku di Italia pada waktu itu.
Di sisi lain, Jepang juga mengalami penurunan angka kelahiran yang signifikan.
Menurut laporan dari Daily Mail, studi yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Ekonomi dan Masyarakat Lanjut Usia Universitas Tohoku memprediksi bahwa populasi Jepang berisiko punah pada tahun 2720 jika tidak ada tindakan yang diambil untuk mengatasi masalah ini.
Hiroshi Yoshida, pemimpin penelitian tersebut, menyatakan bahwa berdasarkan simulasi yang dilakukan pada tahun 2012, hanya akan tersisa satu anak di bawah usia 14 tahun pada tahun 2720.
Prediksi ini juga didukung oleh data dari situs Jam Populasi Anak-Anak yang menunjukkan penurunan drastis jumlah anak-anak, sesuai catatan dari Kementerian Dalam Negeri Jepang.
Dampak finansial tingkat kelahiran
Yoshida menyatakan bahwa salah satu penyebab generasi muda kesulitan untuk memiliki anak adalah beban ekonomi yang sangat berat.
Dengan pendapatan yang rendah dan biaya hidup yang tinggi, banyak perempuan terpaksa bekerja lebih keras, sehingga mereka kesulitan dalam mengurus anak.
Untuk mengatasi masalah penurunan angka kelahiran, pemerintah Jepang telah mengalokasikan dana sebesar 5,3 triliun yen, yang setara dengan Rp 542 triliun, sebagai insentif bagi masyarakat untuk memulai program keluarga.
Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk tunai langsung serta dukungan untuk pendidikan. Selain itu, pemerintah juga meluncurkan program gratis day care di Tokyo yang akan dimulai pada September 2025.
Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, merencanakan program empat hari kerja bagi pegawai pemerintah Tokyo sebagai upaya untuk mendukung peran orangtua dan meningkatkan angka kelahiran di Jepang.