Horor di Kapal Pesiar Mewah, Wabah Norovirus Jangkiti 240 Penumpang dan Awak Kapal
Wabah norovirus di kapal pesiar Queen Mary 2 menyebabkan 240 orang sakit saat melintasi Atlantik, memicu kekhawatiran tentang standar sanitasi.
Wabah norovirus yang terjadi di kapal pesiar mewah Queen Mary 2 telah mengakibatkan lebih dari 240 orang mengalami sakit selama pelayaran melintasi Atlantik. Insiden ini dilaporkan pada tanggal 18 Maret 2025, saat kapal tersebut berada di New York. Kapal yang dioperasikan oleh Cunard Lines ini sedang dalam perjalanan dari Inggris menuju Karibia Timur dan kembali, dan wabah ini melibatkan penumpang serta awak kapal.
Gejala yang dialami oleh para korban meliputi muntah, diare, kram perut, sakit kepala, dan demam ringan. Norovirus dikenal sebagai virus yang sangat menular, menyebar melalui makanan, air, dan permukaan yang terkontaminasi. Meskipun umumnya hanya menyebabkan efek ringan pada orang sehat, virus ini dapat menimbulkan penyakit perut yang serius pada anak-anak, orang tua, dan individu dengan kondisi medis tertentu.
Menanggapi wabah ini, Cunard melakukan pembersihan menyeluruh di kapal, mengisolasi penumpang dan awak yang terinfeksi, serta meningkatkan prosedur desinfeksi dan sanitasi. Namun, sifat menular dari norovirus menjadikannya sulit untuk dikendalikan, bahkan dengan langkah-langkah pencegahan yang telah diterapkan.
Rincian Wabah dan Tindakan Respons
Wabah ini terjadi saat Queen Mary 2 hampir menyelesaikan pelayaran pulang pergi selama empat minggu dari Inggris ke Karibia. Menurut data dari CDC, selama pelayaran, 224 dari 2.538 penumpang dan 17 dari 1.232 awak kapal mengalami gejala penyakit gastrointestinal. Cunard menyatakan bahwa mereka "terus memantau dengan saksama" tamu yang menunjukkan gejala gastrointestinal.
Pihak Cunard juga menekankan pentingnya pembersihan menyeluruh kapal dan menginformasikan bahwa aktivasi cepat protokol kesehatan dan keselamatan terbukti efektif. Mereka menambahkan bahwa "kami telah melihat penurunan kasus yang dilaporkan" setelah langkah-langkah tersebut diambil.
CDC juga mengonfirmasi bahwa Vessel Sanitation Program (VSP) sedang memantau situasi dari jarak jauh, termasuk meninjau respons wabah dan prosedur sanitasi kapal. Dalam pernyataan mereka, CDC menyarankan penumpang yang mengalami gejala sakit perut untuk "segera melaporkan penyakit mereka jika mereka sakit dan mengikuti anjuran staf medis".
Peningkatan Kekhawatiran tentang Standar Sanitasi
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran yang lebih besar mengenai standar sanitasi di industri pelayaran. Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat peningkatan jumlah wabah penyakit gastrointestinal di kapal pesiar, dengan tahun 2024 mencatat angka tertinggi dalam lebih dari satu dekade. Sebagian besar wabah tersebut disebabkan oleh norovirus.
Menurut pakar penyakit menular, Dr. William Schaffner, "virus ini kemungkinan akan melampaui semua hambatan dan intervensi yang telah ditetapkan" oleh perusahaan pelayaran. Ia menyarankan calon penumpang untuk "jika Anda merasa sakit, tetaplah di rumah, pesan tiket lagi untuk pelayaran berikutnya".
CDC juga mengingatkan pentingnya praktik kebersihan yang baik, termasuk mencuci tangan secara teratur, memasak makanan hingga matang, dan menghindari makanan mentah atau setengah matang. Penumpang juga diinstruksikan untuk berlatih "mencuci tangan sesering mungkin, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan atau minum".
Pencegahan dan Protokol Kesehatan
Pencegahan penyebaran norovirus sangat penting, terutama di lingkungan yang padat seperti kapal pesiar. Penumpang yang terinfeksi telah dikarantina dari penumpang lain di atas kapal, dan tinja mereka sedang diuji untuk memastikan penyebaran virus dapat dikendalikan. Cunard menegaskan bahwa mereka telah berkonsultasi dengan VSP tentang prosedur pembersihan di Queen Mary 2.
Langkah-langkah yang diambil oleh Cunard termasuk mengkarantina penumpang dan awak kapal yang menunjukkan gejala, serta meningkatkan pembersihan dan disinfeksi kapal yang terkena dampak. Dr. Schaffner menekankan bahwa "sabun dan air sebenarnya lebih baik daripada menggunakan tisu basah atau losion pembersih tangan", karena norovirus tidak terlalu terpengaruh oleh alkohol yang ada di tisu basah dan losion.