Warga Palestina yang meninggalkan rumah mereka dari perang di Gaza utara mengalami kondisi yang memprihatinkan di tempat pengungsian Rafah. Mereka tampak kelaparan dan berebut antrean untuk mendapatkan makanan dari para sukarelawan yang baru datang.
Sebelumnya, pada akhir pekan lalu bantuan kemanusiaan sebanyak 17 truk yang membawa bahan-bahan makanan, air, obat-obatan hingga bahan bakar baru diizinkan masuk Jalur Gaza.
Bantuan tersebut baru diizinkan masuk ke Jalur Gaza setelah Amerika Serikat (AS) negosiasi dengan Israel dan Mesir.
Diberitakan sebelumnya, bantuan untuk kebutuhan pengungsi warga Gaza ini tiba dalam dua tahap, yakni pada Sabtu (21/10/2023) dan Minggu (22/10/2023) waktu setempat.
Jumlah bantuan yang disuplai masuk ke Jalur Gaza baru sebagian kecil untuk memenuhi kebutuhan paling mendesak bagi warga Palestina yang mengungsi ke Rafah, Gaza selatan.
Warga Palestina berebut bahan makanan pada truk bantuan yang masuk dari perlintasan Karem Abu Salem, di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, Minggu (12/10/2025).
Lebih dari dua juta warga Palestina di Jalur Gaza kini menghadapi kondisi kelaparan ekstrem, setelah lebih dari 20 bulan perang antara Israek dan Hamas.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya konsolidasi partai dalam Musda V Demokrat Sumatera Selatan di Hotel Aryaduta Palembang
Israel mulai menguasai kapal-kapal bantuan yang hendak menuju Gaza. Dari total 58 kapal, sebanyak tujuh kapal berhasil ditangkap di dekat Pulau Kreta, Yunani.
WHO melaporkan lebih dari 1.800 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan, baik sebagian maupun total, termasuk rumah sakit besar dan pusat perawatan kesehatan.