Dunia Setuju Gencatan Senjata dan Masuk Bantuan untuk Gaza, Cuma Satu Negara Ini Tidak
Dewan Keamanan PBB kemarin menggelar pemungutan suara untuk rancangan resolusi menanggapi situasi yang kian memburuk di Gaza, Palestina.
Amerika serikat kembali memveto (menolak) rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyerukan “gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan permanen” di Jalur Gaza, Palestina.
Rancangan resolusi tersebut pada Rabu (4/6) kemarin menyatakan “kekhawatiran besar atas situasi kemanusiaan yang dahsyat, termasuk risiko kelaparan,” dan mengingatkan kewajiban semua pihak untuk mematuhi hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional.
Slovenia mengusulkan rancangan resolusi ini atas nama 10 anggota tidak tetap Dewan Keamanan - yakni Aljazair, Denmark, Yunani, Guyana, Panama, Pakistan, Republik Korea, Sierra Leone, Somalia, dan Slovenia – dan berhasil memperoleh 14 suara dukungan, kecuali AS.
Seharusnya tidak mengejutkan
Kuasa Usaha Ad Interim Amerika Serikat (AS), Dorothy Shea, menyampaikan penolakan dari pemerintahannya.
Sebelum pemungutan suara, Shea mengatakan “penolakan AS terhadap resolusi ini seharusnya tidak mengejutkan,” kata dia, seperti dilansir TRT Global, Kamis (5/6).
“Isi resolusi ini tidak dapat diterima, begitu pula dengan hal-hal yang tidak dicantumkan, serta cara penyusunannya,” kata dia seraya menuduh Hamas menolak kesepakatan gencatan senjata.
"Segala bentuk produk yang merugikan keamanan sekutu dekat kami, Israel, tidak dapat diterima,” kata Shea.
Veto yang kelima
“Israel memiliki hak untuk membela diri” dan mengklaim, “adalah hal yang tidak dapat diterima bahwa PBB masih belum melabeli dan memberikan sanksi kepada Hamas sebagai organisasi teroris.”
AS sebelumnya memveto empat rancangan resolusi Dewan Keamanan yang menyerukan gencatan senjata mendesak di Gaza. Sehingga, resolusi kemarin merupakan veto yang kelima.
AS telah memveto resolusi pada Oktober 2023, Desember 2023, Februari 2024, dan November 2024, serta abstain (tidak memberi suara) dalam beberapa pemungutan suara lainnya.
Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengecam isi resolusi tersebut sebelum pemungutan suara diadakan.
“Resolusi ini tidak memajukan bantuan kemanusiaan. Resolusi ini justru merusaknya, mengabaikan sistem kerja yang telah berjalan demi kepentingan politik,” kata Danon kepada Dewan Keamanan PBB, menurut pernyataan yang dirilis kantornya.
Israel melakukan genosida di Gaza sejak Oktober 2023. Pemerintah Palestina mencatat pembunuhan yang dilakukan Israel terhadap warganya telah memakan korban syahid hingga 54.470 jiwa, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey