Dijuluki Atlantis Versi China, Kota Kuno di Bawah Danau Ini Luasnya 60 Kali Lapangan Bola
Kota kuno ini dibangun saat masa Dinasti Tang pada 621 SM dan berkembang pesat di bawah Dinasti Ming dan Qing.
Sebuah kota yang terlupakan tersembunyi di bawah danau China, tak tersentuh selama puluhan tahun. Di kota ini terdapat jalan-jalan, lengkungan, dan ukiran kuno yang tetap utuh, seperti dibekukan oleh waktu. Hanya sedikit yang mengetahui rahasia ini, tetapi mereka yang pernah melihatnya menyebutnya sebagai Atlantis China.
Jauh di bawah permukaan danau Qiandao, kota metropolitan kuno tetap membeku dalam waktu, tidak rusak selama berabad abad. Kota ini dikenal sebagai Shi Cheng atau Kota Singa.
Meskipun pelestarian kota kuno ini memikat mata dunia, masa lalunya penuh dengan kontroversi, pemindahan paksa, dan sejarah yang tidak terungkap.
Kota yang Dikorbankan Untuk Kemajuan
Shi Cheng dibangun saat masa Dinasti Tang pada 621 SM dan berkembang pesat di bawah Dinasti Ming dan Qing. Kota ini dulunya merupakan pusat politik dan ekonomi di Provinsi Zhejiang. Kota ini dikenal karena lekungannya yang megah, ukiran batu yang rumit, dan lima gerbang kota yang mewah, ukiran tidak biasa ini di desain di kota China Kuno.
Namun, pada 1959 sebuah keputusan berani pemerintah China mengubah nasib kota ini selamanya. Untuk membuat jalan bagi bendungan hidroelektrik, Shi Cheng dan He Cheng (kota di dekatnya yang berasal dari Dinasti Han pada 25-200 M ) sengaja dibanjiri. Hampir 300.000 penduduk terpaksa pindah, meninggalkan kota yang telah berkembang selama lebih dari satu milenium.
Kota yang Hilang, Ditemukan Kembali
Dilansir Daily Galaxy, selama beberapa dasawarsa, Shi Cheng tetap tersembunyi di bawah air sedalam 40 meter, keberadaannya hampir terlupakan – hingga 2001 saat sebuah ekspedisi memastikan kota itu tidak hanya utuh tetapi juga terpelihara dengan sempurna.
Tidak seperti reruntuhan yang hilang karena angin, hujan, dan waktu, perendaman kota Shi Cheng di air tawar melindunginya dari unsur-unsur alam. Meninggalkan seluruh jalan, ukiran batu, dan prasasti yang masih setajam saat ia dibuat.
Ketertarikan terhadap kota ini melonjak pada tahun 2011 saat Chinese National Geography menerbitkan gambar-gambar area yang menakjubkan. Pada 2017, pemerintah telah membukanya secara resmi untuk penyelam elit, serta menawarkan sekilas pandang masa lalu China yang tak tersentuh oleh modernitas.
Dunia Tersembunyi di Bawah Ombak
Arsitektur Shi Cheng, sebagian besar belum dipetakan dan belum dijelajahi. Membentang di area yang diperkirakan seluas 60 lapangan sepak bola. Mengandung setidaknya 265 lekungan dan ukiran hiasan naga, burung-burung phoenix, dan prasasti bersejarah. Diketahui beberapa dari mereka berasal dari tahun 1777.
Meskipun ketenarannya semakin meningkat, sebagian besar kota ini masih menjadi misteri yang belum dijelajahi. Penyelam menavigasi jalan-jalannya yang sunyi dan menyeramkan. Suasananya menggambarkan pengalaman seperti melangkah ke kerajaan yang terlupakan.
Namun, danau tersebut bukanlah tempat wisata biasa, karena hanya penyelam profesional yang bisa menyelam di air dalam pada malam hari yang diizinkan untuk menjelajahi kedalamannya.
Masa depan Atlantis China
Dinyatakan sebagai peninggalan bersejarah pada 2011 di bawah perlindungan Provinsi Zhejiang, kota ini menjadi objek wisata menyelam internasional. Namun, lokasinya sangat terpencil dan terdapat batasan untuk menyelam sehingga hanya segelintir orang yang benar-benar bisa melihat keajaibannya secara langsung.
Untuk saat ini, Atlantis China tetap menjadi kapsul waktu yang penuh dengan teka-teki.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey