Cetak Sejarah, Robot Anjing Ikut Lomba Maraton Sampai Garis Finis, Tempuh Jarak 42 Kilometer
Ini adalah cobaan kedua dan robot ini berhasil sampai di garis finis.
Laibo 2 adalah robot berkaki empat yang diciptakan di Korea Selatan dan telah mencetak sejarah sebagai robot pertama yang berhasil menyelesaikan maraton penuh. Ia menuntaskan tantangan tersebut dalam satu kali pengisian daya pada ajang Sangju Dried Persimmon Marathon dengan jarak 42,195 km.
Robot ini diciptakan Profesor Hwangbo Je-min dan timnya di Korea Advanced Institute of Science and Technology. Laibo 2 merupakan robot canggih yang dirancang dengan fokus utama pada daya tahan. Dengan waktu yang mengesankan yaitu 4 jam, 19 menit, dan 52 detik, Laibo 2 berhasil menyelesaikan maraton ke-22 di Sangju, Korea Selatan, setelah berlari dengan sekali pengisian daya.
Robot yang memiliki berat 42 kg ini harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk dua bukit yang cukup curam, sambil mengukur jarak dari pelari lain dan menjaga jalurnya, serta mengoptimalkan konsumsi daya agar bisa mencapai garis finis.
Pada September 2023, Laibo 2 mengalami kegagalan dalam percobaan pertamanya untuk menyelesaikan maraton. Saat mengikuti Maraton Festival Ginseng Geumsan, robot ini kehabisan baterai setelah menempuh 37 kilometer, yang merupakan sekitar 10 kilometer lebih cepat dibandingkan yang direncanakan oleh para desainer.
Kegagalan tersebut memberi pelajaran berharga bagi tim bahwa robot ini tidak mampu mempertahankan kecepatan konstan selama perlombaan, karena interaksi dengan pelari lain serta proses pengereman dan akselerasi yang terus-menerus menguras daya baterainya. Setelah itu, mereka kembali merancang sistem yang lebih efisien. Versi terbaru dari robot berkaki empat Laibo 2 tidak hanya memiliki kapasitas baterai yang lebih besar, tetapi juga dilengkapi dengan sistem bertenaga AI yang memungkinkannya untuk menyimpan energi kinetik yang dihasilkan saat menuruni bukit.
Komponen AI
Menurut Hwangbo Je-min, keberadaan komponen AI sangat krusial karena tanpa kontrol AI, robot berkaki empat tidak dapat menyimpan energi kinetik dalam baterainya. Dua kamera yang terpasang di bagian depan dan belakang berfungsi untuk mendeteksi karakteristik medan di sekitarnya, sementara sensor pada sendi berperan dalam mendeteksi gerakan guna mengurangi konsumsi daya.
Dengan sistem baru ini, Laibo 2 dapat menjelajahi berbagai jenis medan dengan efisien dan menghindari tabrakan dengan peserta lain selama Sangju Dried Persimmon Marathon yang berlangsung bulan ini. Laibo 2 berhasil menyelesaikan maraton pertamanya (42,195 km) dalam waktu kurang dari 4 jam dan 20 menit setelah sekali pengisian daya.
Penciptanya mengklaim peningkatan yang dilakukan dapat memungkinkannya berlari sejauh 67 kilometer dalam garis lurus. Daya tahan baterai robot ini selama delapan jam juga dilaporkan melampaui Spot, robot berkaki empat yang terkenal dari Boston Dynamics. Ke depan, Dr. Hwangbo dan timnya berencana untuk terus meningkatkan kemampuan berjalan Laibo 2, terutama di lingkungan pegunungan dan saat terjadi bencana.