Batang Logam dari Abad 13 SM Ini Bukti Hubungan Dagang Masyarakat Kuno
Ditemukan batang logam bukti perdagangan masyarakat kuno pada abad ke-13 Sebelum Masehi (SM).
Batang Logam dari Abad 13 SM Ini Bukti Hubungan Dagang Masyarakat Kuno
Batang Logam dari Abad 13 SM Ini Bukti Hubungan Dagang Masyarakat Kuno
Batang logam timah milik bangsa Minoa berhasil ditemukan di Israel. Batang logam ini memiliki tanda unik yang arkeolog sebut-sebut mengindikasikan hubungan dagang antara Siprus dan Sardinia.
Batang logam ini diduga sudah ada sejak Zaman Perunggu sekitar abad ke-13 dan ke-12 Sebelum Masehi (SM). Bersamaan dengan timah yang digali di Sardinia yang terletak 2.500 kilometer dari Siprus, penemuan ini mengungkapkan bahwa perdagangan sudah berkembang sejak lama di Siprus.
Daerah di sekitar cekungan Laut Mediterania ini dikenal akan hubungan regional dan diplomasinya yang kompleks, salah satu contohnya adalah peradaban lautan antara bangsa Minoa dan Fenisia.
Batang logam ini ditemukan pada kapal kargo yang telah hancur dari Caesarea, sebuah kota Mediterania Kuno yang kaya akan sejarah kunonya. Kota ini pun sempat disebut pada Alkitab beberapa kali.
Dilansir Greek Reporter, Kamis (29/6), tanda pada batang logam ini hanya berupa satu suku kata. Namun, suku kata ini cukup mudah untuk diidentifikasi sebagai bagian dari skrip Sipro-Minoa.
Skrip seperti ini juga pernah ditemukan di pesisir Israel sebelumnya, bahkan pada kaki Pegunungan Carmel di Utara Caesarea.
Bukti Perdagangan Masyarakat Kuno
Batang logam yang ditemukan bersamaan dengan jangkar kapal, tunjukkan bahwa perdagangan antar budaya yang berbeda sudah pernah terjadi 3.200 tahun lalu.
Para arkeolog percaya bahwa masyarakat Siprus dulu mengimpor banyak timah dari Sardinia. Sementara itu, masyarakat Sardinia pada saat itu mengimpor banyak tembaga dari Siprus.
Belum dapat dipastikan apakah masyarakat Siprus mengimpor timah tersebut secara mentah-mentah atau yang sudah diolah, tetapi jelas bahwa timah ini diolah kembali di Siprus dan diberikan tanda khas tersebut.
Kini, Yahalom-Mack dari Universitas Ibrani Institut Arkeologi Jerusalem berkolaborasi denga Profesor Yigal Erel dari Universitas Institut Ilmu Kebumian untuk menguak asal muasal dari empat batang logam ini.
Dengan membandingkan penemuan mereka dengan artefak lain yang ditemukan di Mediterania, mereka menyimpulkan bahwa timah ini berasal dari Sardinia, Italia bagian barat.
Arkeolog mengatakan bahwa penemuan ini merupakan bukti dari hubungan dagang bahan mentah antara dua budaya berbeda yang rutin diangkut di penjuru Mediterania.
Penemuan ini dipublikasikan pada Journal of Archeological Science: Reports.
Reporter Magang: Qaulan Maruf Indra