Arkeolog Temukan Pelabuhan Yunani Kuno di Bawah Laut, Puing-puing Aslinya Masih Terjaga
Arkeolog menggunakan fotogrametri resolusi tinggi untuk melihat sisa-sisa arsitektur penting itu.
Tim arkeolog bawah laut internasional mengungkap penemuan yang sangat penting dalam situs bawah air Asini, bertempat di dekat Tolo di Argolis, Yunani. Mereka menggali puing-puing penting infrastruktur pelabuhan kuno yang membuka kembali pemahaman kita tentang sejarah maritim Mediterania.
Penelitian ini adalah bagian dari inisiatif arkeolog, yang dimulai pada 2022. Upaya kolaboratif ini melibatkan Ephorate of Underwater Antiquities of Greece, the Swedish Institute di Athena, Stockholm University, University of Gothenburg, dan Nordic Maritim Group.
Dipimpin oleh arkeolog Yunani, Dr. Panagiota Galiatsatou, bersama para ahli Swedia, Prof. Ann-Louise Schallin dan Dr, Niklas Eriksson, tim tersebut memeriksa area utama pelabuhan yang terendam.
Penelitian lapangan pada 2024 difokuskan pada tepi barat laut dari pelataran buatan yang terendam, area yang sebelumnya diidentifikasi masih mempertahankan sebagian besar bentuk aslinya.
Dilansir Arkeonews, Kamis (13/3), arkeolog menggunakan fotogrametri resolusi tinggi untuk mendokumentasikan secara terperinci bagian seluas 16 meter persegi, dan mengungkap sisa-sisa arsitektur penting yang menunjukkan adanya infrastruktur sebuah pelabuhan kuno.
Temuan tersebut mencakup banyak batu dan pecahan bangunan, yang menunjukkan keruntuhan struktur bangunan secara bertahap dari waktu ke waktu.
Di antara penemuan itu, yang paling menarik adalah pecahan keramik, termasuk pecahan tembikar dari guci amphora. Mereka tertanam di dalam struktur batu dan kapal pecah yang terletak di area yang ditetapkan sebagai “Sektor 4A.”
Penggalian sebelumnya pada 2021 dan 2022 menunjukkan ukuran pelabuhan yang sangat luas, dan menunjukkan struktur utamanya terbuat dari pelataran buatan besar di perairan dangkal, dengan indikasi adanya ruang atau bangunan yang menunjukkan penggunaan multifungsi, bukan hanya untuk perdagangan belaka.
Tahap selanjutnya, arkeolog akan melibatkan pemindahan sedimen secara hati-hati untuk mengungkap elemen struktural lainnya. Semua temuan akan didokumentasikan menggunakan teknik pencitraan 3D. Teknik ini memungkinkan model presisi tinggi untuk memfasilitasi analisis lebih lanjut tanpa mengganggu artefak asli.
Hasil dari penggalian 2024 akan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Opuscula, yang diedit oleh Institut Athena dan Roma Swedia.
Penemuan pelabuhan kuno di Asini menandai petunjuk penting tentang perdagangan maritim kuno dan pembangunan fasilitas pelabuhan sebagai tempat interaksi di lingkungan maritim di Mediterania yang kaya.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey