60 Lebih Penerbangan di Asia Dibatalkan selama Libur Tahun Baru 2026, Termasuk Rute Indonesia-Hong Kong
Pembatalan penerbangan ini terutama terjadi pada layanan regional jarak pendek, namun beberapa rute jarak jauh, termasuk penerbangan ke San Francisco dan Delhi
Selama libur tahun baru 2026, media sosial dipenuhi dengan video-video yang menunjukkan frustrasi penumpang pesawat akibat pembatalan penerbangan. Pada hari Senin (29/12), lebih dari 60 penerbangan dibatalkan di wilayah Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Hong Kong.
Menurut laporan dari The Traveler pada Rabu (31/12), pembatalan ini juga disertai dengan penundaan yang terjadi di berbagai bandara. Gangguan ini umumnya terjadi pada penerbangan regional jarak pendek, meskipun beberapa penerbangan jarak jauh, seperti yang menuju San Francisco dan Delhi, juga terkena dampak.
Di Indonesia, pembatalan terbaru berdampak pada penerbangan yang berangkat dari dan menuju Jakarta, Bali, Surabaya, dan Makassar. Beberapa maskapai terpaksa menghentikan layanan mereka karena cuaca buruk dan badai lokal yang mengurangi jarak pandang, sehingga menyulitkan pengaturan lalu lintas udara.
Pola monsun yang terjadi di Indonesia serta badai konvektif yang sering muncul telah memberikan tekanan pada jadwal penerbangan. Namun, hujan lebat yang terjadi pada akhir 2025, yang terkait dengan musim yang lebih basah, telah memperburuk situasi ini.
Sistem penerbangan di Malaysia juga merasakan dampak yang signifikan, terutama pada rute domestik yang menghubungkan semenanjung dengan Sabah dan Sarawak di Malaysia Timur. Pembatalan terbaru mencakup layanan ke bandara-bandara regional, seperti Sibu, Limbang, dan Mulu. Bagi penumpang, situasi ini berarti menunggu dalam waktu yang lama, serta mengalami pengalihan rute yang rumit melalui Kuala Lumpur.
Dalam beberapa kasus, mereka bahkan harus menginap semalam di bandara penghubung. Hujan monsun dan banjir yang melanda beberapa daerah di Asia Tenggara sejak September 2025 juga telah berdampak pada keandalan maskapai penerbangan.
Malaysia hingga Filipina
Cuaca buruk yang terus menerus melanda Laut Cina Selatan dan Teluk Benggala telah berdampak pada jalur pendekatan dan profil lepas landas pesawat yang beroperasi di Malaysia. Hal ini menyebabkan maskapai penerbangan harus menambah jadwal penerbangan, menahan pesawat di darat, atau bahkan membatalkan penerbangan sepenuhnya ketika kondisi bandara semakin memburuk.
Di Filipina, gelombang pembatalan penerbangan yang terbaru sebagian besar terjadi di Bandara Internasional Ninoy Aquino di Manila. Fasilitas bandara ini telah lama menjadi sasaran kritik karena kepadatan, keterbatasan kapasitas, dan kerentanannya terhadap gangguan cuaca.
Maskapai penerbangan yang beroperasi dari Manila terpaksa mengurangi atau membatalkan penerbangan ke berbagai tujuan domestik dan regional. Ini termasuk penerbangan menuju Hong Kong dan ibu kota negara-negara utama di Asia Tenggara.
Situasi ini diperparah dengan adanya kombinasi hujan deras, pembatasan arus lalu lintas udara, serta penundaan yang beruntun dari pusat-pusat penerbangan lainnya di Asia. Dengan kondisi yang tidak mendukung ini, banyak penumpang yang terpaksa menunggu atau mencari alternatif lain untuk perjalanan mereka.
Gangguan Penerbangan di Hong Kong
Bandara Internasional Hong Kong kembali mengalami gangguan, menyebabkan sejumlah penerbangan dibatalkan akibat penyesuaian operasional maskapai yang terpengaruh oleh cuaca yang tidak menentu serta pemulihan arus lalu lintas regional yang masih lemah.
Sepanjang tahun 2025, bandara ini menghadapi beberapa insiden gangguan besar, termasuk penutupan dan pembatalan massal saat Topan Ragasa melanda pada September 2025, yang mengakibatkan wilayah tersebut lumpuh dan memaksa maskapai untuk menghentikan ratusan layanan.
Dalam gangguan layanan terbaru, Travel and Tour World melaporkan bahwa penerbangan Ethiopian Airlines ETH645 dari Bandara Internasional Hong Kong menuju Bandara Internasional Bole pada Selasa (30/12), terpaksa dibatalkan. Selain itu, penerbangan Air India AIC315 yang dijadwalkan ke Bandara Internasional Indira Gandhi pada Senin (29/12), juga mengalami pembatalan.
Penyebab Dibatalkan Penerbangan
Pembatalan penerbangan di Hong Kong telah memberikan dampak signifikan terhadap perjalanan jarak jauh serta koneksi di seluruh wilayah Afrika dan India. Hal ini menunjukkan adanya efek domino yang memengaruhi jadwal penerbangan internasional secara keseluruhan.
Penumpang yang terkena dampak disarankan untuk segera menghubungi maskapai penerbangan atau platform pemesanan mereka setelah menerima pemberitahuan mengenai pembatalan. Selain itu, mereka juga dianjurkan untuk mencari opsi pemesanan ulang melalui aplikasi seluler atau situs web resmi maskapai.
Selain itu, penting bagi penumpang untuk menyimpan semua tanda terima terkait makanan, transportasi, dan akomodasi. Hal ini diperlukan jika mereka ingin mengajukan klaim untuk penggantian biaya atau asuransi.
Dalam beberapa situasi, maskapai penerbangan dapat mengumumkan pembatalan satu hari atau lebih sebelumnya, terutama ketika prakiraan cuaca dan masalah operasional sudah jelas terlihat. Namun, perubahan kondisi mendadak tetap dapat menyebabkan pembatalan pada hari yang sama dengan pemberitahuan hanya beberapa jam sebelumnya.